Loncat dari Jembatan, Bocah SMP Asal Surade Tewas Tenggelam

Ilustrasi Tenggelam

Ilustrasi Tenggelam

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Tak ada yang menyangka, Rizki Saputra (14), warga Kampung Curugmalang, RT 7/7, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade pulang dalam keadaan tak bernyawa. Ia meregang nyawa saat berenang di Sungai Cipamarangan.

Tangis keluarga pun pecah saat jenazah bocah SMP ini tiba di kediamannya. Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Rizki ditemukan tak bernyawa setelah meloncat dari jembatan Lewigobang, Sungai Cipamarangan, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade.

Saat itu tengah bermain seperti biasa bersama teman sebayanya. Setelah terjun bebas ke sungai, Rizki tak juga muncul ke permukaan.

“Jadi setelah loncat, tubuh Rizki ini tidak muncul ke permukaan. Ia langsung tenggelam,” ujar seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Surade, Jajang kepada Radar Sukabumi, kemarin (10/2).

Menurut Jajang, teman sepermainannya yang berada di lokasi langsung merasa cemas dan khawatir. Mereka pun langsung melaporkan kepada warga sekitar untuk minta tolong mencarinya.
“Kami dan warga yang menerima laporan itu langsung datang ke lokasi untuk mencarinya. Namun nahasnya, saat ditemukan korban sudah tak bernyawa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komukasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri mengatakan, berdasarkan hasil konfirmasi dari koordinator Pos Sarda Kecamatan Surade, saat kejadian korban bermain bersama tujuh orang temannya.

“Jadi sudah kebiasaan bermain air, bahkan loncat-loncat dari jembatan,” imbuhnya.

Sebelum jasadnya tak muncul kembali ke permukaan, lanjut Okih, korban sempat tertindih oleh badan temannya yang loncat setelahnya. Diduga insiden itu membuat jasad korban tak kunjung ke permukaan sungai.

“Saat teman di belakang korban ini loncat, badanya menimpa korban. Di situlah, korban tak muncul- muncul ke permukaan sungai,” akunya.

Okih menyebutkan, jarak antara jembatan dan permukaan sungai sekitar 5 meter. Sementara kedalaman sungai, itu mencapai 2 sampai 5 meter. Sehingga tentunya kondisi ini diduga menjadi penyebab kesulitan korban muncul ke permukaan hingga kehabisan oksigen.

“Korban tenggelam sekitar 30 menit. Tentunya ini menyulitkan ia untuk bernafas hingga akhirnya meninggal dunia,” jelasnya.

Okih menjelaskan, korban ditemukan setelah warga menyelam ke dasar sungai. Ia ditemukan di dasar sungai diantara bebatuan dalam keadaan tak bernyawa. “Korban langsung dimakamkan yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya,” singkatnya.

(radar sukabumi/Den)

loading...

Feeds