Dorong Perpustakaan di Kota dan Kabupaten Harus Bertransformasi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sesuai harapan Dinas Perpustakaan Nasional bahwasanya setiap perpustakaan di kelurahan kota maupun kabupaten di seluruh Indonesia harus bertranformasi menjadi wadah kegiatan masyarakat.

Bukan saja tempat membaca melainkan tempat warga menimba ilmu tentang hal lain seperti kursus bahasa asing, les menghitung, belajar mengembangkan usahanya dan lain-lain.

Hal ini disampaikan pengelola perpustakaan Kelurahan Cisarua, Yusmeli, di gedung perpustakaan Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi , beberapa waktu lalu

“Perustakaan harus bertransformasi menjadi wadah kegiatan masyarakat seperti yang Dinas Perpustakaan Pusat harapkan,” ujarnya.

Persis seperti yang dilakukan saat ini Yusmeli bersama para penggiat Usaha Kecil Menengah (UKM) yang baru memulai usahanya untuk mendapatkan ilmu cara pengolahan produk, pengemasan hingga pemasaran. Ia dan beberapa penggiat UKM dari sejumlah wilayah mengikuti sesi diskusi dengan serius.

“Kamis sudah pasti menjadi jadwal khusus bagi para penggiat UKM untuk diskusi dan berbagi cerita tentang kesuksesannya, saling memberi motivasi bagi para pemula,” beber Yusmeli.

Yus, panggilan akrabnya, mengatakan ada dua sesi untuk jadwal diskusi Kamis ini. “Ada diskusi dengan tema dan diskusi tanpa tema yakni hanya sharing tentang UKM masing-masing dan kiat-kiat sukses,” jelasnya.

Jika diskusi dengan tema biasanya Yus akan menampung saran dari anggota tentang hal apa yang ingin dibahas.

“Seperti membuat label produk yang baik itu. Nah, berarti nanti para pengelola perpustakaan membuat materi mengenai itu di Kamis selanjutnya,” katanya.

“Saat ini ada Bu Indri, Bu Ayu, dan Bu Lala yang belajar bersama dengan sharing tentang cikal bakal terjunnya mereka ke usaha masingmasing, dan mencoba produk olahannya juga,” kata Yus.
Yus mengharapkan bisa membuat para penggiat UKM memperbaiki produknya sampai laik dipasarkan dan dibantu tim pengelola perpustakaan untuk diajak kerja sama dengan mitra lainnya.

“Kami ada kelas khusus kemitraan UKM setiap hari Rabu dengan waktu yang sama seperti hari Kamis dari 09:00 sampai 11:00,” imbuhnya.

Selain itu, perpustakaan Kelurahan Cisarua memiliki jadwal untuk Calistung (baca tulis dan menghitung) bagi anak-anak, juga ada kelas bahasa asing yang rutin diikuti warga Kelurahan Cisarua dan sekitarnya. Pada kesempatan yang sama, salah satu penggiat UKM, Indri Novita, merasa senang sebagai warga Kelurahan Cisarua yang telah menikmati fasilitas lain di perpustakaan kelurahan dengan kelas calistung dan jadwal diskusi para penggiat UKM.

“Anak saya bahagia ikut kelas calistung, saya sendiri merasa terbantu dengan sesi diskusi seperti ini karena membantu saya mengembangkan produk UKM saya dan tentunya menguntungkan untuk para ibu lainnya,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr5)

Loading...

loading...

Feeds