Melihat Situs Kota Militer Jepang di Kecamatan Cireunghas

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Situs Kota Militer Jepang Hiroshima 2 yang berada di wilayah Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, saat ini menarik perhatian publik. Bahkan jika tidak ada halangan, hari ini perwakilan negara Jepang aka meninjau lokasi sejarah yang memiliki luas sekitar 10 hektare ini.

Untuk diketahui, situs sejarah Kota Militer Jepang Hiroshima 2 ini dibangun oleh tentara Negara Jepang saat merampas kekayaan alam Indonesia sekitar tahun 1942 sampai tahun 1945 silam.

Saat itu, para tentara Jepang membangun kota besar di lokasi ini. Seperti dengan membangun kawasan industri dan markas pasukannya di antara dua perbukitan yang berada di Kampung Pojok, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas.

Tim Penyuluh Yayasan Cagar Budaya Nasional Kota Jepang Gunung Kekenceng Cireunghas, Tedy Ginanjar mengatakan, keberadaan situs Kota Militer Jepang Hiroshima 2 ini, akan dilakukan pengujian oleh tim perwakilan dari pemerintah Jepang melalui tim dari bidang kebudayaan Jepang.

“Mereka akan datang ke situs bersejarah ini untuk melakukan penelitian di kawasan Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas,” jelas Tedy kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Rabu (6/2).

Menurut Tedy, setelah tim perwakilan dari pemerintah Jepang melakukan peninjauan ke lokasi situs bersejarah tersebut, mereka berencana akan melakukan penyelerasan arsip di pemerintahannya soal adanya tentara Jepang yang membangun sebuah kota di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas.

“Informasinya, pemerintah Jepang ini berencana akan menyumbangkan dana untuk pelestarian Kota Militer Jepang Hiroshima 2 yang berada di wilayah Kecamatan Cireunghas ini. Ya, makanya mereka akan datang ke sini untuk melihat secara langsung mengenai situs bersejarah ini,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masyarakat setempat saat ini banyak yang menyebut kawasan tersebut dengan nama Tembok Jepang. Lantaran di kawasan ini yang tersisa hanya sebuah tembok besar yang dipercaya bekas bangunan kawasan industri milik pemerintahan Jepang pada saat itu.

“Di lokasi situs bersejarah ini, terdapat bunker Jepang yang ditutup batu sepanjang 15 kilometer dan bangunan jembatan Jepang yang melintasi Sungai Cikupa,” ujarnya.

Camat Cireunghas, Udin Saprudin mengatakan, pihaknya belum mendapatkan inforamasi soal adanya perwakilan dari pemerintah Jepang yang akan melakukan peninjauan ke lokasi situs bersejarah yang berada di kawasan Gunung Kekenceng, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas tersebut.

“Saya belum dapat laporan soal informasi ini. Kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Tegalpanjang untuk mengetahui kebenarannya,” singkatnya.

(radar sukabumi/den)

loading...

Feeds