Mulai Sekarang Peserta BPJS Kesehatan Tidak Bisa Langsung Dirujuk ke RSUD Sekarwangi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Awal Februari ini, BPJS Kesehatan menetapkan RSUD Sekarwangi naik kelas menjadi kelas B.

Dengan demikian, peserta BPJS Kesehatan tidak bisa langsung dirujuk ke Sekarwangi.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), sebelum 1 Februari kemarin, status RSUD Sekarwangi adalah tipe kelas C.

Ini artinya, pasien yang memiliki kartu BPJS Kesehatan bisa langsung dirujuk ke Sekarwangi. Namun setelah adanya surat edaran dari BPJS yang menyatakan RSUD Sekarwangi naik kelas, maka peserta BPJS tidak bisa langsung dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi itu.

“Selama ada rumah sakit yang tipe C dan D belum penuh, maka peserta BPJS Kesehatan tidak bisa langsung dibawa ke sini. Aturan ini sesuai dengan surat edaran yang kami terima dari BPJS Kesehatan pada 1 Februari lalu,” ujar Humas RSUD Sekarwangi, Ramdansyah kepada Radar Sukabumi, Selasa (5/2).

Menurut Ramdan, pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan harus dirujuk secara berjenjang. Yakni, selama poli spesialis dan kompetensi dokter yang dibutuhkan serta kapasitasnya belum penuh tersedia di rumah sakit tipe C atau D pasien tidak bisa langsung diterima di rumah sakit tipe B.

“Kecuali jika di RS tipe C dan D sudah penuh dan tidak ada dokter spesialis yang menangani, baru pasien bisa dirujuk ke RSUD Sekarwangi. Tapi untuk kasus pasien ke poli urologi dan onkologi dari paskes satu, bisa langsung ke RSUD Sekarwangi,” ujarnya.

Namun demikian, Ramdan menyebutkan RSUD Sekarwangi masih melayani pasien yang biasa berobat rutin dan diberikan rujukan hingga masa rujukan online dari paskes satu berlakunya 90 hari. Tak hanya itu, selama rujukannya dokter dipaskes dua atau rumah sakit tipe C tidak tersedia, maka pihaknya akan tetap melayani.

“Sekarang link dari Puskesmas ke RSUD Sekarwangi sudah tidak ada, yang ada ke rumah sakit tipe C. Namun intinya kami siap memfasilitasi kepentingan pasien,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Cibadak, Risnawati (28) mengaku kebingungan ketika adanya informasi tersebut. Meski demikian, dirinya pasrah mengikuti aturan yang memang sudah ditetapkan pihak BPJS Kesehatan.

“Kalau kami mengikuti prosedur saja, selama aturan itu tidak menyulitkan pasien ketika mau berobat,” singkatnya.

(radar sukabumi/Bam)

loading...

Feeds