Tiga Wilayah di Sukabumi Dilanda Banjir dan Longsor

Banjir di Kampung Pasirrarangan, RT 2/6, Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang.

Banjir di Kampung Pasirrarangan, RT 2/6, Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Lagi-lagi, akibat intensitas curah hujan yang melanda Sukabumi dan sekitarnya, menyebabkan bencana alam kembali terjadi di beberapa titik.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, hujan deras yang terjadi kali ini menyebabkan bencana banjir dan longsor.

Seperti halnya yang terjadi di Kampung Pasirrarangan, RT 2/6, Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang. Banjir telah menerjang empat rumah dan tiga kolam ikan milik warga setempat.

Sementara di Kampung Cisarua, RT 2/5, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, hujan tersebut telah menyebabkan jembatan Cisarua roboh dan empat rumah warga tergerus longsor.

Sedangkan di Jalan Raya Cikidang – Palabuhanratu, tepatnya di jalan Letter S, bencana longsor menutupi hampir setengah badan jalan dan nyaris mengenai roller barrier yang merupakan pembatas jalan.

“Untuk kondisi jembatan Cisarua, saat ini tidak bisa dilintasi baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Sementara, untuk sejumlah rumah warga yang diterjang bencana longsor, saat ini sudah dievakuasi oleh petugas relawan BPBD ke tempat lebih aman,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiawan kepada Radar Sukabumi Grup Pojokjabar), Senin (21/1/2019).

Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil ditaksir cukup besar.

Di tempat yang berbeda, seorang warga Kampung Pasirrarangan, RT 2/6, Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Iwan Setiawan (40) mengatakan, bencana banjir setinggi lutut orang dewasa ini terjadi karena lauapan air dari selokan yang lokasinya berada di belakang pemukiman warga meluap.

“Setiap hujan deras, pemukiman warga disini selalu dilanda banjir. Hal ini terjadi karena selokan tersebut terjadi pendangkalan dan penyempitan saluran air. Sehingga, ketika hujan deras, air langung meluap dan menerjang pemukiman warga,” paparnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah agar dapat membantu warga tersebut, untuk mengantisipasi agar bencana banjir tidak kembali melanda wilayah tersebut, saat terjadi hujan deras.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan seluruh warga tidak dilakukan evakuasi. Karena, air mulai surut sekitar pukul 18.30 WIB. Kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi jitu, untuk warga disini. Salah satunya, melalukan pengerukan lumpur yang dangkal. Sehingga ketika hujan deras, rumah kami tidak kembali diterjang banjir seperti ini,” pungkasnya.

(radar sukabumi/den)

Loading...

loading...

Feeds