Kota-Kabupaten Sukabumi Dikepung Bencana

TERJADI DIMANA-MANA: Banjir dan longsor juga puting beliung terjadi di beberapa wilayah yang ada di Kota maupun Kabupaten Sukabumi hingga mengakibatkan dampak cukup besar. Banyak rumah, sekolah, fasilitas umum dan lainnya terndam banjir hingga mengalami kerusakan cukup parah.

TERJADI DIMANA-MANA: Banjir dan longsor juga puting beliung terjadi di beberapa wilayah yang ada di Kota maupun Kabupaten Sukabumi hingga mengakibatkan dampak cukup besar. Banyak rumah, sekolah, fasilitas umum dan lainnya terndam banjir hingga mengalami kerusakan cukup parah.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Sukabumi sejak siang hari, membuat sebagian besar wilayah tergenang banjir.

Seperti di Kota Sukabumi, sedikitnya tercatat delapan titik luapan air yang merendam pemukinan, fasilitas pendidikan, peribadahan hingga beberapa ruas jalan.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), data sementara dampak hujan lebat mengakibatkan banjir yang cukup besar.

Diantaranya, meluapnya sungai Cileles yang merendam dua RT di Kelurahan/ Kecamatan Kebonjati. Kemudian, jebolnya tanggul di Jalan Bhayangkara gang Titiran, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Cikole merendam empat ruang kelas SMK Siliwangi, di Jalan Arif Rahman hakim terendam karena sistem drainese disekitar jalan buruk. Ditambah lagi, ambruknya pagar rumah di Kampung Cikole, RT 1/7 yang menimpa rumah warga, puluhan rumah warga di Kampung Kebon Jengkol RW 10, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang juga terendam banjir bandang setinggi 70 centi meter.

Luapan air karena tersumbatnya sisem drainase di RT 2/4 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kampung Kopeng Kaler RT 2/7 juga merendam rumah warga dan banjir yang terjadi dibelakang Taman Bahagia Kota Sukabumi.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Zulkarnain mengungkapkan, seluruh tim gabungan dari berbagai lintas instansi sudah dilibatkan untuk melakukan penanganan benjir tersebut.

“Hingga kini kami masih melakukan penanganan dan asessmen bersama seluruh tim gabungan. Hujan deras yang mengguyur Sukabumi mengakibatkan banjir bandang dan luapan sungai sehingga merendam banyak pemukinan, jalan, hingga fasilitas publik lainnya,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Minggu (13/1).

Ia mengaku, dampak banjir yang cukup parah tercatat di tiga titik. Diantaranya, meluapnya sungai Cileles yang merendam dua RT di Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Kebonjati, jebolnya tanggul di Jalan Bhayangkara gang Titiran, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Cikole yang merendam sekolah SMK Siliwangi.

Juga banjir bandang di Kampung Kebon Jengkol RW 10, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang yang juga merendam puluhan rumah.

“Rata-rata ketinggian air mencapai 50 centi meter. Tidak hanya itu, banjir bandang juga membawa material lumpur. Beberapa warga terpaksa diungsikan sementara, hingga rumah sebelumnya dipastikan aman untuk ditinggali kembali,” terangnya.

Hingga kini, BPBD belum mendapatkan informasi adanya korban jiwa dan korban luka atas bencana tersebut. Selain itu, untuk kerugaian akibat bencana alam ini belum bisa dipastikan karena tim gabungan masih melakukan pendataan dilokasi bencana.

“Belum ada laporan korban jiwa maupun luka, kalau yang diungsikan sudah ada tapi masih dalam pendataan. begitupun soal kerugaian pastinya cukup besar, tapi kami masih menghitung dilapangan,” tutupnya.

Sementara itu, dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, terdapat beberapa kecamatan yang mengalami bencana banjir, longsor dan angin puting beliung. Seperti di Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak telah mengakibatkan 10 titik wilayah longsor hingga merusak akses jalan terputus dan pesawahan rusak.

Sedangkan di Desa Kalapare bencana longsor mengakibatkan 7 titik dan merusak jalan gang terputus. Di Desa Nagrak Selatan bencana banjir menerjang pemukiman penduduk dan merusak peralatan rumah tangga dan di Desa Pawenang, bencana longsor telah menerjang dua titik hingga merusak saluran air menjadi tersendat. Sedangkan di Kampung Bojong Koneng, Kelurahan/ Kecamatan Cibadak, air dari sungai meluap hingga meredam fasilitas umum.

Seperti mushola dan jembatan gantung terancam ambruk. Sementara di Kampung Segog yang lokasinya berada di perbatasan antara Kecamatan Cibadak dan Kecamatan Cicantayan, sejumlah kamar kostan dan lahan pertanian padi serta akses jalan umum terendam banjir akibat lupan air dari Sungai Cimahi.

Sedangkan di Kampung Pasirangin, RT 17/05, Desa Mekarjaya, Kecamatan Caringin, sejumlah rumah warga dan area perawatan terendam air dari Sungai Cigembol dan di Kampung Ciseupan Hilir, RT 3/6, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, tebing rumah milik Dadang tergerus longsor dengan ketinggian 3 meter dan panjang 8 meter.

“Data bencana alam ini, merupakan laporan sementara. Besar kemungkinan akan terus bertambah. Karena, saat ini petugas dilapangan belum melakukan pendataan dan masih fokus terhadap evakuasi bencana,” jelas Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiawan.

Sementara itu, Kapolsek Caringin, Iptu Rafik Rahadian Syah mengatakan, hujan deras yang terjadi sekira pukul 17.00 WIB ini, telah menyebabkan Sungai Cigembol yang melintasi wilayah Kecamatan Paringin meluap hingga menerjang pemukiman penduduk dan area peswahan.

“Luapan air dari Sungai Cigembol, diperparah dengan banyaknya sampah yang menutupi saluran air. Seperti, sampah plastik dan ranting hingga dahan pohon,” katanya.

Seorang warga Kampung Paragajen, RT 1/27, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Dede Irmanto (45) mengatakan, akibat luapan air sungai Cikolawing telah menyebabkan bencana banjir dari menerjang lima rumah warga.

“Air yang meredam pemukiman warga setinggi 40 centimeter ini, terjadi setelah wilayah ini dilanda hujan deras pada pukul 17.00 WIB,” katanya.

Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat luapan sungai tersebut, warga telah mengalami kerugian materil. Lantaran, peralatan rumah tangga terendam air.

“Saya berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi agar sungai ini, tidak kembali meluap dan merendam pemukiman warga. Seperti, melakukan pengerukan lumpur yang sudah dangkal,” pungkasnya.

(radar sukabumi/den/ upi)

loading...

Feeds