Mulai Direlokasi, Pedagan Pasar Peliita Khawatirkan Masalah Ini

MEMINDAHKAN: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi saat memindahkan bangunan lapak pedagang ke lokasi relokasi.

MEMINDAHKAN: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi saat memindahkan bangunan lapak pedagang ke lokasi relokasi.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Akhirnya, setelah diundur beberapa kali relokasi pedagang Pasar Pelita direlokasi ke bekas lahan Terminal Sudirman. Walaupun begitu, relokasi tetap dilakukan secara bertahap karena belum semuanya pedagang bersedia pindah.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Sukabumi, Ayep Supriatna menjelaskan, setelah melakuakan upaya sosialiasi dan konsolidasi dengan para pedagang dan pengembangan pembangunan Pasar Pelita, para pedagang bersedia direlokasi.
“Hari ini (kemarin, red) relokasi pedagang Pasar Pelita mau untuk pindah ke tempat penampungan di eks lahan Terminal Sudirman. Kami lakukan secara bertahap,” jelasnya kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar) ditemui di eks Terminal Sudirman, Jumat (11/1).

Berdasarkan pendataan, jumlah pedagang yang direlokasi ke eks Terminal Sudirman ini berjumlah 390 pedagang. Selain itu, jumlah lapak yang disiapkan di eks Terminal Sudirman sebanyak 506 lapak dagangan.

“Kami siapkan 506 lapak dan insyallah ada sekitar 390 pedagang yang akan pindah ke lokasi relokasi ini, pemidahan dilakukan secara bertahap. Targetnya, selesai secepatnya,” ungkap Ayep.
Untuk teknis pemindahan, lanjut Ayep, Pemerintah Kota Sukabumi memfasilitasi dengan menyiapkan lima armada pengangkut yang terdiri dari dua mobil truk dan tiga mobil bak berukuran kecil.

“Kami bantu tentunya, lima mobil disiapkan secara gratis untuk pemindahan. Terus, lapak yang disediakan gratis untuk digunakan oleh pedagang,” ujarnya.

Menurut Ayep, tentang kekhawatiran pedagang tentang keramaian lokasi baru ini, menurutnya cukup optimis karena eks Terminal Sudirman diapit oleh dua jalan yang aktif. Maka dari itu, para pedagang jangan terlalu cukup khawatir karena pemerintah pun tidak akan tinggal diam.

“Saya rasa ini lokasinya strategis, karena di apit Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Sudirman yang lalu lalangnya cukup aktif, kami akan berupaya pastikan lokasi ink ramai dengan mengadakan berbagai kegiatan,” tutupnya.

Sementara itu, Anton Hilman, salah satu pedagang buah buahan yang telah bersedia pindah mengakui, awalnya ketidaksiapan pindahnya dirinya karena dikhawatirkan akan keramaian lokasi baru tersebut. Namun, atas kesepakatan semua pedagang akhirnya dirinya pindah.

“Ya, yang menjadi ketakutan selama ini adalah masalah pendapatan. Karena ini adalah lokasi baru, tapi semiga saja ramai karena kepindahan ini kesepakatan bersama,” pungkasnya.

(radar sukabumi/upi)

loading...

Feeds