Gagal Nyalip, Pasutri Asal Cikole Tergilas Truk di Jalan Pagadegan

Kecelakaan motor. Ilustrasi

Kecelakaan motor. Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Duduga akibat gagal nyalip, suami istri terlibat kecelakaan dijalan raya Pangadegan, tepatnya di Kampung Pangadegang, RT 19/20, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kamis (10/1/2019).

Berdasarkan informasi yang diterima dari kepolisian kecelakaan yang melibatkan suami istri ini berawal dari seorang korban yang juga sebagai pengendara sepeda motor Kawasaki Kaze bernomor polisi B 6871 ZDH melintas dijalan tersebut, saat akan hendak nyalip korban yang diketahui bernama Tri Sundari (47) mengenai bak kendaraan Isuzu Duntruck bernomor polisi B 9667 KYV, hingga oleng dan masuk kebagian kolong mobil. Seketika korban bersama istrinya yang diketahui bernama Oke Nurventi (36) terjatuh.

Beruntung istri korban masih bisa diselamatkan akibat terpental, namun suaminya tidak terlolong akibat tergilas truk tersebut. Diketahui korban yang merupakan warga Jalan Perana, Kampung Babakan, RT 2/8, Desa Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi langsung dievakusi petugas.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Sukabumi Iptu Nandang Hermawan mengatakan, awalnya korban melaju dari arah Bogor menuju Sukabumi. Namun, setibanya di tempat kejadian pada saat melintasi jalan tikungan, korban mendahului kendaraan truck yang berada di depannya kesebelah kanan jalan. Namun, akibat jalannya tidak cukup ruang, korban terjatuh saat mendahului truk itu, hingga tergelincir ke kanan jalan.

“Waktu korban terjatuh ke jalan, pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju kendaraan truk. Ya, karena jaraknya sudah terlalu dekat, maka ban kanan bagian belakang truk itu langsung menggilas kepala dan kaki pengendara sepeda motor, hingga tewas di lokasi kejadian,” jelas Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Sukabumi Iptu Nandang Hermawan, saat dihubungi Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar) melalui telepon selularnya, kemarin (10/1).

Lebih lanjut ia menjelaskan, setelah kendaraan truk itu menggilas pengendara sepeda motor, sambung Nandang, kendaraan truk tersebut langsung berhenti setelah menabrak bangunan bengkel yang berada di jalan sebelah kiri.

“Pengendara sepeda motor itu, meninggal dunia di lokasi kecelakaan. Lantaran, korban tergilas ban truk. Sehingga ia mengalami luka sobek di bagian muka hingga mengeluarkan darah pada hidung dan telinga. Bahkan, leher korban pun patah leher dan kakinya sobek. Sementara, penumpangnya bernama Oke, mengalami luka berat dan patah dan sobek terbuka pada kaki kirinya,” bebernya.

Akibat peristiwa laka lantas tersebut, selain menelan korban jiwa juga korban mengalami kerugian materil hingga mencapai Rp1.500.000. Sementara, kendaraan korban berikut truk yang terlibat kecalakaan ini, tengah kami amankan untuk di jadikan barang bukti dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, kecelakaan ini diduga akibat kurangnya hati-hati pengendara sepeda motor. Lantaran, saat mengendarai korban tidak mempunyai jarak pandang yang bebas dan tidak tersedia ruang yang cukup, sehingga saat mendahului truk itu, ia langsung terjatuh hingga badannya tergilas,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Roidon S, sopir dumtruck menjelaskan saat itu motor datang dari arah berlawanan, yaitu dari arah Bogor menuju Sukabumi.

“Motor itu datang dari depan mau nyalip colt diesel, kesenggol sama colt dieselnya jatuh ke kanan masuk kolong mobil saya,”ungkap Keterangan sopir ini sama dengan dugaan keluarga korban. Rama, adik korban Oke Nurventi saat mendatangi RSUD Sekarwangi mengungkapkan kecelakaan terjadi saat kakak bersama suaminya hendak pulang ke Sukabumi dari Jakarta.

“Kakak ke Jakarta untuk menjenguk suaminya. Rencananya pagi ini sudah kembali ke Sukabumi bersama suaminya. Kayaknya mereka berangkat pagi dari Jakarta hendak pulang ke rumah kami di Cisaat. Sekarang kakak dan suaminya tinggal di Cisaat, bukan di Ciaul seperti alamat KTP,”tandasnya.

(radar sukabumi/den)

loading...

Feeds