Waduh… Spanduk Magrib Mengaji di Kota Sukabumi Dirobek Orang Misterius

PENGECEKAN: Petugas Satpol PP Kota Sukabumi saat melakukan pengecekan spanduk magrib mengaji yang terpasang di perempatan lampu merah degung yang dirobek orang tidak bertanggungjawab.

PENGECEKAN: Petugas Satpol PP Kota Sukabumi saat melakukan pengecekan spanduk magrib mengaji yang terpasang di perempatan lampu merah degung yang dirobek orang tidak bertanggungjawab.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Spanduk Magrib Mengaji milik Pemerintah Daerah Kota Sukabumi yang terpasang di perempatan lampu merah jalan degung disobek orang misterius.

Padahal, spanduk salah satu program unggulan pemerintah ini merupakan ajakan kepada masyarakat untuk kembali membukukan magrib mengaji. Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Sukabumi Sudrajat mengaku, pihaknya menerima informasi pasca spanduk tersebut rusak. Kemudian, Satpol PP melakukan pengecekan kelokasi.

“Ya, awalnya kami menerima informasi dari kepolisian pada Senin (8/1) spanduk milik pemrintah yang berisi salah satu program ajakan magrib mengaji rusak, kemudian kami kirim tim untuk pengecekan kelokasi,” ungkap Sudrajat kepada Radar Sukabumi saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (9/1/2019).
Hingga kini, lanjut Sudrajat, pihaknya belum mengetahui siapa pelaku yang merobek spanduk tersebut. Terlebih, dilokasi tersebut merupakan salah satu titik rawan karena kejadian serupa cukup sering terjadi.

“Lokasi perempatan itu memang agak rawan ya, apalagi spanduknya rapih tidak bolong-bolong. Bahkan, terkadang baru saja di pasang dua hari kemudian hilang begitu saja,” ujarnya.

Atas prilaku orang yang tidak bertanggungjawab itu, Satpol PP kerap menerima protes dari para pemilik spanduk. Padahal, menurutnya jika spanduk tersebut berizin dan penempatannya tidak m3langgar aturan tidak akan ditertibkan begitu saja.

“Cukup banyak juga pemilik spanduk datang kesini (Kantor Satpol PP Kota Sukabumi,red) protes karena spanduknya yang baru dipasang hilang, padahal kami tidak menertibkannya,” ungkapnya.

Atas peristiwa itu, masih lanjut Sudrajat, pihaknya bakal meningkatkan pengawasan pada titik-titik rawan tersebut. Karena memang prilaku orang yang tidak bertanggungjawab itu cukup meresahkan.
“Yang sering hilang sih spanduk rapih ya yang tidak berbohong, kalau yang berbohong biasanya ada saja yang merobek atau hanya sekedar iseng. Yang pasti kami belum tahu siapa pelakunya, tentunya pengawasan akan kami tingkatkan,” pungkasnya.

(radar sukabumi/upi)

loading...

Feeds