Awas Jangan Ada Pungli Korban Bencana Longsor Cisolok

Evakuasi korban Longsor Sirnaresmi, Sukabumi

Evakuasi korban Longsor Sirnaresmi, Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi Sukabumi mengingatkan jangan sampai ada yang melakukan pungutan liar (pungli) kepada korban bencana tanah longsor di, Kampung Garehong, Dusun Cimapag.

“Kami akan mengawasi proses pascamasa tanggap darurat bencana tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok untuk antisipasi adanya oknum yang memanfaatkan bencana ini dengan cara melakukan pungli atau mengutip sejumlah uang,”jelasnya.

Menurutnya, jika ada yang mengatasnamakan relawan atau lembaga swadaya masyarakat maupun oraganisasi kemasayarakatan mendatangi korban bencana untuk mengutip sejumlah uang dan pungli dengan alasan untuk biaya pencairan dan evakuasi lalu harus segera dilaporkan. Sebab semua biaya untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi korban bencana sudah ditanggung.

Bahkan relawan pun ikhlas dalam melakukan operasi kemanusiaan tersebut tanpa mengenal pamrih meskipun harus berjuang di bawah terik matahari dan terancam keselamatannya karena lokasi bencana rawan terjadi bencana susulan.

Maka dari itu, pihaknya akan mengawasi pada masa transisi darurat bencana agar seluruh proses seperti penyaluran bantuan dan lainnya berjalan lancar. Selain itu, korban pun merasa nyaman tidak terganggu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga mengganggu proses pemulihan psikologisnya.

“Kami imbau kepada seluruh korban bencana tanah longsor ini jangan percaya kepada siapapun oknum yang meminta sejumlah uang dengan alasan apapun, jika ada segera laporkan maka akan langsung kami tindak,” tambahnya.

Nasriadi mengatakan anggotanya sudah mulai ditarik dari lokasi bencana, tetapi masih ada yang siaga untuk membantu korban bencana serta ada anggota dari Polsek Cisolok yang selalu melakukan patroli. Sementara itu, bantuan untuk korban bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus mengalir, meskipun masa tanggap darurat telah berakhir.

“Alhamdulillah bantuan tidak berhenti hingga saat ini, bahkan terus bertambah untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok ini,” kata Kepala Desa Sirnaresmi Iwan Suwandi.

Menurutnya, bantuan yang datang tersebut berasal dari berbagai elemen baik perseorangan, kelompok maupun organisasi dan lembaga lainnya. Ini menunjukan kepedulian terjadap korban bencana tanah longsor cukup tinggi, bahkan persediaan kebutuhan dasar untuk korban mencukupi.

Lebih Lanjut dirinya mengatakan, bantuan yang diberikan dari donatur atau para dermawan berupa beras, makanan instan, pakaian layak pakai, kasur, hingga perabotan rumah tangga.

Bantuan ini pun langsung disalurkan kepada para korban selamat maupun ahli waris sehingga seluruhnya sudah mendapatkan bantuan beberapa kali. Bantuan yang terkumpul ini ada beberapa barang yang langsung disalurkan seperti makanan cepat kedaluarsa seperti roti dan lainnya. Namun demikian, pihaknya menjamin tidak ada korban selamat maupun ahli waris yang terlewat pemberian bantuan.

“Dalam penyaluran bantuan ini kami pun melibatkan ketua rukun tetangga (RT) setempat, bahkan bisa ditanyakan langsung sudah berapa kali korban menerima bantuan. Yang terpenting saat ini adalah kebutuhan dasar mereka bisa terpenuhi,” tambahnya.

Sementara, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman mengatakan seluruh kebutuhan dasar korban mencukupi, karena persediaan mencukupi hingga sebulan ke depan.

“Di masa transisi ini kami fokus dalam pemulihan dan penyaluran bantuan sementara untuk korban bencana tanah longsor ini,” tambahnya.

Pada bencana tanah longsor yang terjadi pada 31 Desember 2018 sebanyak 29 rumah rata dengan tanah, 64 warga selamat, 32 ditemukan meninggal dunia, satu hilang dan tiga luka-luka.

(radar sukabumi/hnd)

loading...

Feeds