Diguncang Gempa, Dinding Rumah Warga Lembursitu Roboh

PENANGANAN: Petugas BPBD Kota Sukabumi saat mengecek dinding rumah warga Cipanengah, Kecamatan Lembursitu yang terdampak gempa bumi yang terjadi pada Senin malam.

PENANGANAN: Petugas BPBD Kota Sukabumi saat mengecek dinding rumah warga Cipanengah, Kecamatan Lembursitu yang terdampak gempa bumi yang terjadi pada Senin malam.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sela dua hari, Sukabumi diguncang secara beruntut. Gempa pertama terjadi pada Senin sekitar Pukul 22.04 WIB dengan kekuatan 4.8 magnitudo dengan Lokasi 8.15 LS, 107.88 BT (62 Km Barat Daya Kab-Tasikmalaya- Jawa Barat). Gempa ini dilaporkan dirasakan di Sukabumi, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.

Kemudian Selasa (8/1/2010) sekitar Pukul 16:54 WIB, gempa kembali menggetarkan wilayah Sukabumi. Kali ini, terletak pada koordinat 7,83 LS dan 106,44 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 kilometer arah selatan Kota Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Guncangan gempa ini ternyata cukup berdampak. Tercatat, akibat gempa bumi 4.8 magnitudo yang terjadi pada Senin (7/1) pukul 22:04 WIB merobohkan dinding rumah milik warga Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain mengungkapkan, guncangan gempa bumi yang terjadi pada Senin malam merobohkan dinding rumah milik warga Cipanengah, Kecamatan Lembursitu. Sedangkan gempa pada Selasa sore, pihaknya belum menerima laporan dampak.

“Untuk gempa Senin malam, dinding rumah milik ibu Ai warga Cipanengah, Kecamatan Lembursitu roboh dan menimpa Gunawan penghuni rumah hingga mengalami luka. Untuk gempa pada Selasa sore, belum ada laporan, bahkan warga pun ada yang mengaku merasakan dan tidak,” jelasnya kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Selasa (8/1/2019).

BPBD Kota Sukabumi sendiri, telah mendatangi lokasi robohnya dinding rumah warga Cipanengah tersbeut. Rencananya, pihaknya akan memberikan bantuan material untuk perbaikan dinding tersebut.

“Untuk saat ini, kamar tersebut dikosongkan, tapi pemilik rumah masih berasa di lokasi. Ya kita sudah mendatangi lokasi untuk pengecekan dan akan memberikan bantuan material,” paparnya.
Tapi meski gempa Selasa sore tidak begitu berdampak di Kota Sukabumi, pihaknya telah meminta kepada Satuan Tugas Pengurangan Resiko Bencana (PRB) untuk terus melakukan monitoring dilapangan.

“Kami himbau warga tetap tenang, kami terus lakukan monitoring melalaui alat komunikasi yang ada,” tambah Zul.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengklaim tak ada kerusakan dan korban akibat guncangan gempa bumi yang terjadi Selasa (8/1/2019).

Berdasarkan koordinasi dengan Pusdalops PB BPBD Provinsi Jawa Barat, sampai pukul 17.43 WIB tidak ada dampak baik korban jiwa maupun kerusakan dan kerugian harta benda.

“Episenter gempa bumi ini, terletak pada koordinat 7,83 LS dan 106,44 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 Km arah selatan Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, pada kedalaman 50 Km,” jelas Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman.
Hasil monitoring BMKG, ujar Eka, hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan. Meski demikian, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi BMKG.

“Ya, karena letaknya berada di wilayah Pelabuhanratu, maka BPBD langsung bergegas memantau dan menyisir setiap lokasi. Hasil dari koordinasi petugas di seitap kecamatan, seperti di kawasan Palabuhanratu masih tetap aman. Meskipun saat terjadi guncanagan warga merasa resah. Selain itu, untuk di wilayah Sukabumi Selatan seperti Ciracap, Cibitung, Tegalbuleud, Surade, berdasarkan laporan relawan juga aman,” tandasnya.

(radar sukabumi/upi/den)

loading...

Feeds