Longsor di Sukabumi, Walhi : Akibat Banyaknya Pembangunan dan Penjarahan Alam

Bencana longsor di Kampung Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi

Bencana longsor di Kampung Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi

POJOKJABAR.com,SUKABUMI – Bencana longsor di Kampung Cigarehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi yang terjadi di penghujung 2018 kemarin menjadi sorotan berbagai pihak.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) secara terbuka menyoroti langsung wilayah Kabupaten Sukabumi, menurutnya dengan banyaknya pembangunan dan penjarahan alam yang tidak seimbang membuat mempercepat bencana itu datang.

“Sekarang kita lihat, ketika bencana itu terjadi apakah semuanya faktor alam atau memang alamnya diganggu dan dirusak demi kepetingan pengusaha, “jelas Perkampanye Walhi Jabar Dedi Kurniawan.

Dirinya bahkan secara tegas bahwa eksploitasi wilayah Sukabumi cukup tinggi, banyak perusahaan yang berhubungan langsung dengan alam seperti tambang, terus lagi pengambilan panas bumi, pabrik semen dan kegiatan perusahaan lainnya yang mengabaikan lingkungan bisa mempercepat bencana dan kerusakan lingkungan. Bukan, rahasia jika suatu wilayah sering terjadi bencana itu akibat dari ulah manusia.

“Jika tidak ada apakah pohon itu tetap tumbuh, kalau longsor terjadi jelas ketika tanah gambur dan tidak ada penahannya seperti pohon maka yang terjadi adalah longsor. Kami juga sangat disayangkan, semakin majunya kehidupan manusia maka semakin rusaknya alam ini, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika bahaya bencana sudah dipetakan oleh pemerintah, seharusnya pemerintah lebih kepada pencegahan dengan tidak mengizinkan lagi perusahaan yang berhubungan langsung dengan alam. Atau lagi pemerintah berkoordinasi dengan kementrian yang berhubungan langsung jika terjadi perusakan alam di wilayahnya.

“Tidak dibenarkan dengan alasan apapun jika pembangunan berlanjut dan abai terhadap lingkungan, “tukasnya.

(radar sukabumi/hnd)

Loading...

loading...

Feeds