Waduh, Kota Sukabumi Krisis Guru PAI

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dibawah Kementerian Agama Kota Sukabumi nampaknya masih kekurangan.

Kondisi ini dipengaruhi moratorium (Penundaan) penerimaan guru ASN yang terjadi beberapa tahun lalu. Padahal pendidikan agama ini sangat diperlukan, terutama dalam membentuk karakter anak dengan norma-norma keagamaan. “

Iya kita kekurangan guru PAI sangat banyak, kalau dipetakan sekitar 200 orang lebih,” ujar Kepala Kementerian Agama Kota Sukabumi, A Chalik Mawardi, belum lama ini.

Kekurangan guru PAI itu kata Chalik bukan untuk madrasah saja, tapi sekolah umum mulai dari jenjang setingkat TK, SD, SMP dan SMA. Apalagi dalam waktu ini akan ada sejumlah guru PAI yang mengalami masa pensiun.

“Ada juga puluhan guru yang tahun ini memasuki masa pensiun,” terangnya.

Untuk mengisi kekosongan guru PAI disetiap tingkatan itu, Chalik terus berkoordinasi dengan pemerintah Kota Sukabumi untuk menambah guru PAI. Namun bukan untuk menambah tapi mengalihkan tugas guru saja.

“Kalau soal pengangkatan guru PAI itu urusannya pemerintah pusat. Kemenag dan pemerintah Kota Sukabumi tidak mempunyai kewenangan untuk mengangkat guru,” jelasnya.

Tak hanya itu, koordinasi lintas antara madrasah dengan sekolah umum juga dilakukan. Madrasah yang memiliki guru untuk mata pelajaran PAI diminta membantu sekolah umum khususnya SD yang ada disekitarnya. Cara ini ditempuh karena madrasah sesungguhnya memiliki guru bersertipikasi PAI.

“Kami coba minta bantuan ke madrasah agar gurunya mengajar PAI di SD yang berdekatan. Karena, kami ingin tenaga pendidik yang profesional, jangan sampai siswa diajar oleh guru PAI yang tidak berkompeten dan tidak memahami PAI,” terangnya.

Sementara itu, Kemenag Kota Sukabumi dari jauhjauh hari sudah mengusulkan pengangkatan guru PAI. Tapi karena moratorium belum dicabut, penambahan selalu tertunda.

“ Walaupun ada penambahan paling lima orang. Kekurangan sebenarnya bukan hanya di Kota Sukabumi, tapi seluruh daerah,” pungkasnya.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan Pemkot Sukabumi terus berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Sukabumi khususnya mengenai dunia pendidikan.

Jangan sampai ada sekat pendidikan di bawah Kemenag dan Dinas Pendidikan, semua satu bagian yang tidak bisa dipisahkan. “ Kita samasama mendidik anak mau di jenjang manapun,” pungkasnya.

(radar sukabumi/bal)

loading...

Feeds