Puluhan Jenazah Korban Longsor Sukabumi Ditemukan

Bencana longsor di Kampung Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi

Bencana longsor di Kampung Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Hingga hari terakhir pencarian tim satgas gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 32 orang.

Proses evakuasi korban longsor di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pun menyisakan satu orang korban.

“Sampai hari ke 7 ini kita berhasil mengevakuasi total 32 jenazah. Hari ini satu korban yang berhasil diangkat dan menyisakan satu lagi,” ujar Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan, Minggu (6/1).

Sehingga hasil evaluasi bersama, proses pencarian dihentikan hari ini. Hal itu sesuai protap pencarian yakni 7 hari.

“Penghentian proses evakuasi ini sudah mendapatkan restu dan keiklasan dari keluarga korban,” ucapnya.

Sementara itu, BPBD masih masih bertugas selama tiga hari ke depan. Pasalnya, BPBD masih melakukan pembenahan dan pendistribusian logistik kepada seluruh keluarga korban.

“Dapat disimpulkan hari ini proses terakhir persetujuan aparat desa, keluarga dan lain yang berkompeten. Posko 31 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019 dihentikan. Proses pencarian di Kampung Garehong ini paling sukses dengan persentase mencapai 97 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, proses evakuasi hari terakhir tersebut telah memaksimalkan semua potensi. Baik itu peralatan, dan memaksimalkan pencarian di titik-titik yang teridentifikasi.

“Kita beruntung dan sukses hingga mencapai 97 persen hasil. Dari 33 korban, berhasil mengangkat 32 jenazah,” katanya.

Sebagai informasi, Anak-anak usia sekolah dasar yang menjadi korban tanah longsor Cisolok, membutuhkan perhatian secara psikologi.

Beberapa di antara anak-anak tersebut, bahkan orang tuanya menjadi korban tanah longsor dalam keadaan meninggal dunia.

Team Trauma Healing Polda Jawa Barat dibawah pimpinan Kompol Festie Rusmayanti, melakukan kegiatan trauma healing dengan melakukan kegiatan pendampingan kepada anak-anak korban longsor.

“Kegiatan dilakukan dengan memberi edukasi berupa kemampuan motorik anak dengan kegiatan mewarnai yg diikuti oleh anak-anak berusia 13 tahun kebawah. Anak-anak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini,” jelasnya, sabtu (5/1/2019).

Tim juga berusaha menumbuhkan minat anak, dengan Membangun kreatifitas terhadap anak-anak yang menjadi korban dengan melukis pada balon dan mewarnai.

“Anak-anak diberi pemahaman dalam membangun kekompakan terhadap anak, yang diimplementasikan dengan games ular tangga,” tandasnya.

(gan/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds

ilustrasi haji

Haji 2019, Berangkat Haji Maju Sehari

Kloter pertama pemberangkatan jamaah haji Indonesia 2019, bakal diberangkatkan lebih awal. Dijadwalkan Kloter 1 jamaah haji akan berangkat mulai 6 …