Proses Pencarian Dihentikan, Satu Korban Longsor Cisolok Belum Ditemukan

Bencana longsor di Kampung Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi

Bencana longsor di Kampung Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Masa tanggap darurat bencana di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi resmi berakhir.

Itu artinya, proses pencarian akan dihentikan sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Waktu pencarian evakuasi resmi kami tutup, atas dasar kesepakan semua relawan dan keluarga Ruhaesih. Pihak keluarga mengaku mengiklaskan evakuasi untuk di tutup meskipun keluarganya masih belum ditemukan karena melihat berbagai fantor,” beber Danrem 061/Surya Kencana Kolonel Inf, M. Hasan kepada awak media, Minggu (6/1/2019).

Sampai hari terakhir pencarian, sudah ada 32 jenazah yang berhasil di evakuasi oleh tim SAR gabungan bersama relawan. Itu artinya, hanya menyisakan satu korban lagi yang belum ditemukan sesuai dengan data yang tercatat yakni ada 33 orang tertibun saat longsor menerjang.

“Dari jumlah korban meninggal dunia, semuanya ditemukan pada titik-titik area longsor yang sudah teridentifi kasi dimana koran tertimbun. Yaitu, berada di sektor yang sudah ditandai,” bebernya.

Hasan mengatakan, sejak hari pertama avakuasi pada Senin (31/12/2018) lalu, tim SAR gabungan berhasil menemukan 2 orang meninggal dunia atas nama Hendra (38) dan Sasa (4).

Lalu pada hari kedua Selasa (01/01), tim relawan kembali berhasil menemukan korban sebanyak 8 orang atas nama Ukri (50), Riska (27) ,Rita (15) ,Yanti (38), Ahudi (60), Suryani (35), Jumhadi (47) dan Yami (26). Di hari ketiga Rabu (02/01), tiga orang atas nama Sukiman (70) ,Umih (70) dan Endu (43) kembali ditemukan.

Kemudian dihari ke-4 Kamis (03/01), 5 jenazah berhasil di evakuasi atas nama Mulyani (60), Madtuha (50), Andra maulan (8), Adsa (46) dan Sumiah (40). Lalu di hari ke-5 Jumat (04/01), tim sar berhasil menemukan empat orang atas nama Nanih (45), Sugandi (41), Artemah/ Emah(85), dan Ernawati (14). Dihari ke-6 Sabtu (05/01), berhasil menemukan 9 orang atas nama Ecih (15), Serly (3), Sukiat (56), Asep (38), Lina wati (13), Suyeti (20), Adsih (40), Mirha (60) dan Armi (45), dan di hari terakhir kemarin (6/01), berhasil menemukan satu korban bernama Aryanah (60) dan satu orang yang belum ditemukan atas nama Rushaesih (50).

Dalam perjalanan evakusi selama tujuh hari, M. Hasan menggungkapkan ada beberapa kendala, mulai dari hari pertama tesendat dari banyaknya kerumunan warga yang datang kelokasi. Lalu hari kedua, tiga, empat itu terkendala cuaca hujan. Baru pada di hari ke lima dan enam cuaca cukup mendukung dan hasilnya bisa dengan cepat korban di temukan.

“Selain kendala faktor cuaca, tanah longsoran yang menimpa korban terdiri dari tiga lapisan juga menyulitkan tim relawan bekerja. Namun dengan kekompakan dan juga semangat pantang menyerah, kami berhasil menemukan 32 korban. Untuk korban terahir atas nama Ruhaesih, tidak di lanjurkan dan keluarga sudah mengikhlaskan,” jelasnyan.

Sementara untuk hari ini, akan difokuskan menyalurkan bantuan kepada warga dan pengajian untuk mendoakan korban. Adik korban Rushaesih, Yadi (36) mengakui sangat mengikhlaskan korban karena pencarian sudah ditutup. Ia hanya bisa pasrah dan ikhlas dan berharap almarhum husnulhotumah.
“Saya iklas jika evakuasi tidak dilanjutkan. Semoga almarhum husnulhotimah,” singkatnya.

(radar sukabumi/cr1)

loading...

Feeds