BNPB Sebut Longsor Cisolok Bukan yang Terakhir

Pencarian Hari Kelima Korban Longsor Cisolok, Tanda Korban Tertimbun Ditandai. Foto : Pojoksatu

Pencarian Hari Kelima Korban Longsor Cisolok, Tanda Korban Tertimbun Ditandai. Foto : Pojoksatu

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, upaya mitigasi longsor masih memerlukan banyak perhatian.

Pasalnya, mayoritas provinsi di Indonesia memiliki potensi longsor di masing-masing.

Di Sukabumi sendiri misalnya, longsor di Kecamatan Cisolok bisa saja bukan yang terakhir.

Mengingat kondisi topografi perbukitan dengan batuan penyusun yang porus, gembur, dan lepas. Sehingga mudah longsor.

Menurut Sutopo, upaya mitigasi tersebut harus cepat dilakukan mengingat puncak musim hujan akan melanda Indonesia.

”Puncak musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia adalah Januari hingga Februari,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (6/1/2019).

Dia menyebut, dibutuhkan beberapa jenis mitigasi. Pertama mitigasi structural. Seperti penguatan tebing, pemasangan sistem peringatan dini longsor, dan penghijauan. Namun, upaya tersebut biasa dilaksanakan dalam kurun yang panjang. Sementara dalam waktu dekat, bisa dilakukan mitigasi non struktural seperti pemetaan, sosialisasi, tata ruang, pendidikan kebencanaan, gladi, dan lainnya.

”Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya,” imbuh Sutopo. Dia menambahkan, masih banyaknya penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor menyebabkan tingkat risiko longsor tinggi.

(radar sukabumi)

loading...

Feeds