Mensos: Relokasi Warga Cigarehong Sukabumi Harus Dilakukan

BERI BANTUAN: Menteri Sosial, Agung Gumiwang Kartasasmita saat memberikan bantuan kepada keluarga korban bencana longsor di Posko Pengungsia di Kampung Ci Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/1).

BERI BANTUAN: Menteri Sosial, Agung Gumiwang Kartasasmita saat memberikan bantuan kepada keluarga korban bencana longsor di Posko Pengungsia di Kampung Ci Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/1).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita mendatangi lokasi bencana longsor di Kampung Ci Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/1/2019).

Selain memberikan santunan kepada para korban, ia juga memastikan semua rumah yang berdekatan dengan lokasi longsor harus direlokasi.

“Harus direlokasi, tidak boleh di sini lagi. Melihat geografisnya, ini benar-benar rawan terjadinya longsor,” tegas Agung Gumiwang saat konferensi pers di lokasi bencana.

Menurut Agung, pihaknya akan mengajak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membahas soal relokasi tersebut. Soal biaya relokasi, ia memastikan akan menanggung semua biaya pembangunan rumah.

“Pemprov Jabar sebelumnya menyebut akan membiayai pembangunan rumah. Supaya tidak tumpang tindih anggarannya, nanti akan kita bahas dengan Pak Gubernur. Pemda Kabupaten Sukabumi hanya tinggal menentukan lahan untuk relokasi saja,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono. Menurutnya, memang ke depannya harus dilakukan relokasi. Mengingat, kerawanan longsor di lokasi kejadian masih sangat tinggi.

“Karena ini berkaitan dengan adat, maka lahan relokasinya pun tidak akan jauh dari sini. Yang penting, lahannya aman dan tidak rawan longsor lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kades Sirnaresmi, Iwan Suwandri mengaku, rencana relokasi yang akan dilakukan pemerintah daerah, provinsi dan pusat saat ini dinilai tidak bertentangan dengan adat. Mengingat, lahan untuk relokasi warga juga tidak jauh dari lokasi saat ini.

“Sejauh ini kami menilai rencanarelokasitidakbertentangan dengan adat, selama lahan itu tidak jauh dan rumah yang dibangunnya pun seperti dulu,” pintanya.

Soal bantuan untuk pembangunan rumah, Iwan mengaku masih sangsi. Hal ini mengingat pernyataan tersebut masih wacana atau belum terealisasi.

“Kita lihat saja nanti. Saya belum merasa pas, kalau belum terealisasi. Kita doakan supaya apa yangdisampaikanbeliau, benarbenar terwujud,” harap Iwan.

Sementara itu sampai saat ini, Pemkab Sukabumi ini belum memastikan jumlah kerugian akibat bencana alam longsor tersebut. Pemerintahan yang dipimpin Marwan Hamami dan Adjo Sardjono ini, masih fokus pada pencarian korban.

“Kami belum mengetahui berapa kerugian akibat dari bencana ini, RAB-nya masih dihitung. Masih fokus mencari para korban yang tertimbun,” ujar Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri.

Meskipun demikian, Iyos meyakini kerugian materi akibat longsor ini tidak sedikit. Namun ia mengaku, sejak kejadian sampai sekarang bantuan terus mengalir dari berbagai pihak.

“Kami masih melakukan assessment soal kerugian ini. Namun demikian, Alhamdulillah bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan, khususnya logistik,” akunya.

(radar cianjur/ren)

loading...

Feeds