EWS Dipasang di Bukit Surandil Sukabumi, Buatan Lokal Indonesia

(Ilustrasi) longsor di Sukabumi. (ist)

(Ilustrasi) longsor di Sukabumi. (ist)

POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Bukit Surandil merupakan puncak lokasi longsoran yang menimpa sejumlah korban di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Alat pendeteksi dini longsor pun dipasang tim SAR gabungan di Bukit Surandil.

Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan ketika proses evakuasi.

Demikian disampaikan Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan.

“Kita pasang EWS (Early Warning System) di puncak bukit. EWS ini dibawa oleh BPBD Banjarnegara. Fungsinya untuk mendeteksi pergerakan tanah,” ujar Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan, Kamis (3/1).

EWS yang dipasang, lanjut Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan, merupakan buatan staf BPBD Banjarnegara.

Alat tersebut, masih kata Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan, dapat mendeteksi dini pergerakan tanah hingga 10 CM ke atas.

“Alat ini sangat berguna bagi kita ketika terjadi longsor susulan,” ucap Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan.

Tak hanya itu, tambah Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan, tim satgas penanggulangan bencana alam di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi berjumlah 1.082 orang.

Mereka tergabung ke dalam Satgas terpadu, ujar Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan,  yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBB dan relawan.

“Jadi jumlah yang terdaftar di kami sebanyak 1.082 oramg,” ungkap Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan.

Mereka, terang Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan, bekerja ke dalam dua shift. Dari mulai pagi hingga sore.

“Satu shift dibagi ke dalam enam sektor. Satu sektor terdiri dsri satu tim. Sektor ini telah menghasilkan masing-masing,” terang Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan.

Direktur Operasional (Dirops) Basarnas Brigjen Mar Budi Purnama menambahkan alat yang digunakan selama proses pencarian sendiri sebanyak dua escavator, lima pompa air, dan dibantu alat manual. Proses manual untuk menggali tempat yang korbannya sudah dipastikan.

“Perlu ditambah escavator untuk mempercepat evakuasi,” pungkas Danrem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf, M. Hasan.

(yud/rmol/pojokjabar)

loading...

Feeds

ilustrasi haji

Haji 2019, Berangkat Haji Maju Sehari

Kloter pertama pemberangkatan jamaah haji Indonesia 2019, bakal diberangkatkan lebih awal. Dijadwalkan Kloter 1 jamaah haji akan berangkat mulai 6 …