Tuntaskan Progam 100 Hari Kerja, Fahmi-Andri Minta Masukan Warga Kota Sukabumi

Pasangan Achmad Fahmi-Andri Hamami (Faham)

Pasangan Achmad Fahmi-Andri Hamami (Faham)


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Masa 100 hari kerja Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi dan Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami akan segera berakhir.

Hal tersebut terhitung sejak Achmad Fahmi dan Andri Hamami dilantik menjadi kepala daerah oleh Gubenur Jawabarat, Ridwan Kamil pada 20 September lalu.

Meskipun masih ada waktu menjelang 100 kerja, tetapi pasangan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi bertagline Faham ini sudah berhasil menggulirkan inovasi berbagai program unggulan.
Program unggulan dalam 100 hari kerja ini meliputi beberapa bidang mulai dari bidang Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Ekonomi dan bidang lainnya. Sementara, program 100 hari kerja ini lebih mengedepankan akses pelayanan publik.

“Kita ingin pemerintah yang datang kemasyarakat, bukan masyarakat yang datang kepada pemerintah. Pemerintah ini ingin santun dan melayani,”ujarnya Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Jumat (27/12/2018).

Adapun rincian program pada 100 hari kerja tersebut meliputi Program Homecare yang menempatkan 15 perawat di 15 puskesmas, program ini menghadirkan pelayanan kesehatan dan non kuratif ke rumah pasien dan keluarga yang memiliki keterbatasan fisik, materi ataupun psikologis untuk bisa menjangkau pelayanan kesehatan.

“Program ini dilauncing awal Desember tapi sudah memberikan dampak positif terhadap masyarakat, sudah ada sekitar 93 keluarga yang telah terfasilitasi,” akunya.

Lalu, ada Program Ambulance Sigap, program ini untuk memfasilitas pelayanan secara gratis 24 jam dengan berfokus pada penanganan cepat atau quick respone stabilisasi pasien dan transportasi pasien yang terkontrol secara sistem online di aplikasi SUPER yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

“ Masyarakat tak perlu waswas, tinggal menghubungi call center atau aplikasi Super, ini gratis. Sampai saat ini sudah ada 35 orang yang memanfaatkan fasilitas ini,” terangnya.

Ditambahkan dia, ada program Rumah singgah, terobosan program ini untuk membantu warga yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit yang berada di kawasan Kota Bandung. Lalu ada pula Program Klinik sore. dimana program ini untuk memfasilitasi pelayanan dasar kesehatan pada waktu sore. Adapun Klinik Sore yang sudah berjalan baru di tiga Pukesmas, terdiri dari Puskemas Selabatu, Sukabumi dan Baros.

“Masih banyak program yang kita luncurkan lagi, seperti Program Curhat Keliling, Program Super ( Sukabumi Participated Responder), program Si Geulis dan Program Sukabumi Kece yang baru saja dilouncing beberapa hari yang lalu,” tambahnya.

Diterangkan Fahmi, sebenarnya tidak ada istilah program 100 hari kerja dalam pemerintah, namun memang istilah itu sudah biasa melekat oleh masyarakat kepada pimpinan yang baru. Tentunya program 100 hari kerja ini akan menjadi bagian untuk konsolidasi selama 5 tahun kedepan.

“Bagi saya 100 hari kerja adalah bagian kita melakukan konsolidasi untuk perjalanan panjang 5 tahun dalam kepemimpinan,”imbuhnya.

Fahmi juga meminta masukan dan saran pendapat kepada masyarakat Kota Sukabumi mengenai program-program yang sudah diluncurkannya. Program yang sudah diluncurkannya itu bukanlah ukuran keberhasilan atas kinerjanya.

“ Saya kembalikan penilaian itu kepada masyarakat apakah kinerja kami sudah sesuai dengan keinginan masyarakat. Kami ingin bersama-sama dengan masyarakat membangun Kota Sukabumi tercinta ini,” pungkasnya.

(radar sukabumi/bal)

Loading...

loading...

Feeds