Tambang Emas Ilegal Semakin Merajalela di Sukabumi

MASIH AKTIF: Salah satu lubang galian tambang emas di kawasan Hutan Produksi di Selatan Kabupaten Sukabumi yang masih aktif digunakan masyarakat untuk mencari emas.

MASIH AKTIF: Salah satu lubang galian tambang emas di kawasan Hutan Produksi di Selatan Kabupaten Sukabumi yang masih aktif digunakan masyarakat untuk mencari emas.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Aktivitas penambang emas ilegal di Kabupaten Sukabumi begitu ‘mengerikan’. Di Kecamatan Simpenan misalnya. Sedikitnya dua sampai sepuluh hektare lahan kawasan hutan produksi milik Parhutani, rusak para akibat penggali emas liar (gurandil). Kegiatan tambang tersebut, sudah dilakukan sejak 1980 hingga 2018.

Menurut informasi yang di himpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), ada dua desa di Kecamatan Simpenan masyarakatnya sebagian besar menggantukan hidupnya dari galian (tambang emas.red).

“Sudah dari jaman dahulu masyarakat disini menggantungkan hidupnya dari bekerja menambang emas. Malah di kampung ini, ada dua banker gua bekas galian tambang emas peninggalan jaman Belanda yang masih aktif digunakan masyarakat bekerjasama dengan perusahaan untuk menambang emas,” aku Suardi (50) Ketua 06/10 Kampung Ciawi Tali, Desa Loji.

Ia mengakui, memang ada sebagai masyrakat di Desa Loji yang mebuat tambang secara sendiri (ilegal) di kawasan Perkebunan milik RPH Hutan Lindung Perhutani. Tapi ada juga yang melakukan tambah dilahan yang dimiliki perusahan.

“Kalau saya bekerja di lokasi banker bekas jaman belanda yang sekarang dikelola oleh orang Cina. Hasilnya biasa bagibagi, untuk yang kerja 80 untuk prusahaan 20 dari hasil yang di dapat. Itu saya kerjakan sudah puluhan tahun,” bebernya.

Terpisah, Camat Simpenan, Iwan Gunawan mengakui di wilayah pemerintahanya sampai sekarang aktivitas penambangan emas tidak berizin (peti) maupun dilahan perusahan berizin tambang dikawasan hutan itu makin leluasa serta menyebar kesejumlah kawasan hutan produksi lainya.

Seperti blok Puncak Cigaru, hingga aktivitas penambangan emas yang dinilai liar makin meluas di Kecamatan Simpenan.

“Para penambang liar saat ini semakin leluasa membuat ratusan lubang-lubang galian untuk mencari bahan baku emas dikawasan hutan perusahaan perkebunan maupun ke hutan lindung. Paling parah yang dianggap sudah porak poranda di perkebunan di Kampung Cigaru Desa Kertajaya dan Kampung Ciawitali Desa Loji,” ungkap Iwan.

Padahal selama kegiatan penambang emas yang dinilai liar atau ilegal, Iwan mengatakan sudah di hambau dan dilarang yang di sosialisasikan semua unsur aparat. Baik kepolisian dan TNI, Pol PP, Perhutani, Pemerintahan Desa serta kecamatan.

Tujuannya agar masyarakat mengetahui aktivitas kegiatan tambang emas liar tersebut berbahaya untuk keselamatan jiwa.

“Bahkan belum lama ini, sejumlah penambang liar sempat geram dan mendemo kami karena dilarang menabang emas tanpa izin. Mereka pun tetap membandel melakukan pertambagan dengan cara kucing- kucingan dengan petugas,” akunya.

Meski sudah sering di beritahukan, namun tidak membuat epek jera bagi para oknum penambang liar dikawasan tersebut. Kendala saat ini untuk meminimalisir perambahan kegiatan penambangan oleh oknummasyarakat diperkebunan, kurangnya penanganan serius dalam memberikan lapangan pengahasilan untuk menjadi betu loncatan.

“Kami tidak bisa memungkiri memang kerusakan hutan akibat aktivitas penggalian liar sudah sangat parah, kususnya di Lahan Perkebunan Cigaru. Ada ratusan hektar yang saat ini sedang dibebaskan oleh salah satu perusahaan untuk dijadikan lokasi pertambangan emas,” bebernya.

(radar sukabumi/cr1)

loading...

Feeds