Lho, Ada Pohon Pisang Tumbuh di Tengah Jalan Kampung Sukasirna

PROTES : Warga saat menanam pohon pisang di tengah jalan berlobang, tepatnya di Kampung Sukasirna, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar

PROTES : Warga saat menanam pohon pisang di tengah jalan berlobang, tepatnya di Kampung Sukasirna, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kekesalan warga akibat jalan rusak kembali memuncak. Kali ini, warga menanam pohon pisang di tengah jalan utama Kampung Sukasirna Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Jumat (7/12/2018).

Aksi ini sebagai bentuk protes dan kecewa warga karena pemerintah tak kunjung juga melakukan perbaikan terhadap jalan yang kondisinya kini semakin memprihatinkan.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), massa melakukan penanaman pohon pisang ini di jalan milik pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Mereka menilai, pemerintah daerah kurang begitu memperhatikan terhadap kondisi jalan, bahkan terkesan membiarkan. Hal ini terbukti, sudah 16 tahun lebih jalan tersebut tak pernah diperbaiki.

Padahal jalan itu merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Seorang warga Kampung Sukasirna, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Budiansyah (28) mengatakan, warga Desa Cikembar menilai pemerintah daerah tidak respon terkait aspirasi warganya.

Padahal, jalan raya tersebut merupakan akses utama warga menuju tempat publik. Seperti Puskesmas, pendidikan, pasar dan area publik lainnya.

“Sebab itu, warga langsung turun ke jalan dan melakukan aksi penanaman pohon pisang dan janur ditengah jalan,” jelas Budiansyah kepada Radar Sukabumi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jalan yang kondisinya kian memprihatinkan ini, selain karena tidak adanya pemeliharaan yang dilakukan pemerintah daerah, juga dampak dari kendaraan berat milik sejumlah perusahaan yang setiap harinya melintas jalur tersebut dengan muatan over kapasitas.

Akibatnya saat ini jalan berlobang, terlebih lagi musim hujan, badan jalan selain terdapat kubangan air yang mengangga, juga dipenuhi lumpur. Tak ayal, jika badan jalan tersebut kerap mengakibatkan kecelakaan.

“Jalan yang menghubungkan Desa Bojongkembar dengan Desa Cikembar ini, mengalami kerusakan cukup parah sepanjang 5 kilometer,” imbuhnya.

Seorang warga Kampung Cilaksana, Desa Bojongkembar, Apih (45) menjelaskan, penanaman pohon pisang di tengah jalan tersebut, sebagai salah satu bentuk protes warga kepada pemerintah daerah karena tidak pernah melakukan perbaikan. Selain menanam pisang, warga juga menyimpan tanda peringatan agar pengendara menghindari lubang.
“Wajar saja warga protes seperti ini, karena jalan ini sudah belasan tahun belum tersentuh bantuan dari pemerintah,” jelasnya.

Camat Cikembar, Tamtam Alamsyah mengatakan, pihaknya baru mengetahui perihal warga Desa Bojongkembar dan Desa Cikembar yang melakukan aksi penanaman pohon pisang dan janur di tengah jalan berlubang.

“Maaf saya belum bisa memberikan statemen soal ini. Saya baru mengetahui persoalannya sekarang. Terlebih lagi, saya baru ditugaskan sebagai Camat Cikembar. Meski begitu, nanti akan kita tinjau kelapangan bersama pemerintah desa untuk mengetahui kebenaranya,” pungkasnya.

(radar sukabumi/Den)

loading...

Feeds