Banjir dan Longsor Kepung Kota Sukabumi, Ini Titik Bencananya

NYARIS LUMPUH: Lalu lintas di Jalan Baros tersendat bahkan nyaris lumpuh akibat luapan air di Sungai Cisuda yang menggenangi jalan hingga beberapa rumah di sekitar sungai ikut terendam.

NYARIS LUMPUH: Lalu lintas di Jalan Baros tersendat bahkan nyaris lumpuh akibat luapan air di Sungai Cisuda yang menggenangi jalan hingga beberapa rumah di sekitar sungai ikut terendam.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Hujan yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak siang hingga sore hari Kamis (6/12/2018), berdampak besar.

Sedikitnya, empat luapan air sungai dan drainase serta satu longsor ‘mengepung’ di beberapa titik di Kota Sukabumi.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojookjabar), empat titik luapan air terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim dengan ketinggian kurang lebih setinggi lutut orang dewasa yang diakibatkan meluapnya air dari drainase jalan.

Selain itu, luapan air juga terjadi di Jalan RA Kosasih yang cukup membuat kemacetan karena genangan air yang meluap, Jalan Subangjaya serta Jalan Baros akibat meluapnya sungai Cisuda.

Sedangkan untuk longsor, terjadi di Perumahan Subangjaya Residen RT 4/13 Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole. Sedikitnya tiga rumah nyaris tertimbun.

Kepada Radar Sukabumi, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Sandra Utama Teguh mengungkapkan, sejak turun hujan dengan intensitas tinggi pihaknya telah menyiagakan seluruh petugas.

“Saat ini masih pendataan dan penanganan dilapangan. Tapi luapan air dari sungai dan longsor mendominasi bencana yang terjadi. Semua petugas diterjunkan dibantu SKPD lain dan warga,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Kamis (6/12).

Hingga kini, pihaknya belum menerima laporan adanya korban luka maupun korban jiwa akibat bencana tersebut. Hanya saja, akses jalan dan puing-puing longsor cukup membuat kerepotan baik warga maupun petugas.

“Untuk yang luapan air, rata-rata yang dirugikan adalah penggunaan jalan dan beberapa pemukiman yang terancam. Sedangkan untuk longsor, hanya menutupi beberapa bagian teras rumah warga,” terangnya.

BPBD pun mengimbau, agar masyarakat tetap waspada saat hujan lebat turun. Selain itu, jika ada peristiwa diharapkan segera melaporkannya. Sehingga, penanganan bisa cepat dilakukan.

“Warga tetap waspada saja, terutama daerah yang berdekatan denga tebing ataupun sungai. Segera laporkan kepada pemerintah setempat ataupun kepada kami (BPBD) jiga diwilayah terjadi bencana,” tutupnya.

Sementara itu, persoalan sampah masih menjadi biang kerok penyebab meluapnya air hujan dari sungai ataupun drainase setiap datangnya musim hujan. Akibat air yang meluap kabadan jalan itu, cukup mengganggu pengguna jalan yang melintas. Tidak hanya itu, pemukiman warga pun ikut terancam akibat luapan air tersebut.

Rendi Hidayat, pengguna jalan yang melintas Jalan Arif Rahman Hakim terpaksa harus mendorong kendaraannya karena mati terendam genangan air setinggi lutut orang dewasa ini. Namun demikian, peristiwa serupa selalu terjadi di jalan tersebut sehingga terkesan tidak ada upaya dari pemerintah untuk membenahi drainase dan pengelolaan sampah.
“Tahun sebelumnya saat hujan lebat turun jalan ini selalu saja banjir. Selama ini kemana pemerintah, drainase terkesan dibiarkan saja,” cetusnya sembari mendorong motor bebek miliknya, Kamis (6/12).

Tidak hanya itu, air yang memenuhi jalan depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi ini juga terpaksa membuat pengguna jalan harus memutar arah karena dikhawatirkan merusak kendaraannya.

“Saya terpaksa lewat jalan Sudirman saja. Mau gimana lagi, kalau dipaksakan pasti mesin kendaraan rusak tergenang air,” keluh Miftah pangandaran lain yang hendak melintas.

Pemandangan serupa terlihat di Jalan Jalan Subangjaya di Kecamatan Cikole. Bahkan, air yang meluap karena drainase di penuhi sampah ini sampai menggenangi Masjid Nurul Amal Sidiq RT 5 RW 10. Selain Itu, akses jalan pun sempat terganggu karena luapan air tersebut.

“Setiap hujan memang warga selalu dihantui luapan ari dari drainase ini. Penyebabnya hampir sama yakni sampah yang menggangu saluran air sehingga naik kejalan dan mengancam pemukiman,” ujar Ketua RT setempat Husni.

(radar sukabumi/upi)

loading...

Feeds