Pengrajin Ikan Asin di Sukabumi Terpaksa Gunakan Formalin

BERJUALAN: Salah soerang pedagang saat berjualan Ikan Asin saat berjualan di salah satu pasar di Kabupaten Sukabumi

BERJUALAN: Salah soerang pedagang saat berjualan Ikan Asin saat berjualan di salah satu pasar di Kabupaten Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Sejumlah pengrajin ikan asin rumahan di Desa/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi mengaku sangat kesulitan untuk mengeringkan hasil produksi ikannya di musim penghujan.

Informasi yang di dapat dari pengrajin juga pedagang ikan asin di Kampung Patuguran, Desa/Kecamatan Palabuanratu, untuk ikan asin hasil olahanya tetap awet terpaksa memakai bahan pengawet kimia berupa formalin.

“Untuk membantu percepatan pengeringan pada ikan asin, bahan kimia jenis itu terpaksa dipakai untuk mengawetkan ikan asin olahan kami agar cepat kering dan tidak cepat membusuk, “kata salah seorang pengrajin ikan asin, Minggu (02/12).

Apalagi selama beberapa bulan ini frekuensi curah hujan relatif sangat meningkat. Sebab itu, tentunya sangat menyulitkan pengrajin untuk mengeringkan ikan asin oolahanny dalam waktu cepat.

“Ya harus memakai bahan pengawet jenis itu, kalo tidak bakal cepat membusuk dan bau tidak sedap, otomatis kami bakal merugi,”jelasnya.

Dia mengakui sesungguhnya memakai bahan pengawet jenis itu sangat membahayakan serta mengancam kesehatan para konsumennya. Namun sayang sejauh ini tidak ada bahan pengawet alternatif lainnya yang bisa membantu mengawetkan ikan asin olahan.

“Terus terang saja sampai saat ini saya sendiri sebagai pengrajin kebingunan tidak ada alternatif bahan pengawet jenis lainnya, tapi puluhan tahun sebagai pengrajin ikan asin, tidak ada tanda dampak memakai pengawet, konsumen sehat sehat saja,” katanya.

Dia  berharap untuk membantu pengrajin ikan asin tradisional disekitar nelayan Palabuhanratu, maka kedepan pemerintah dapat membantu masyarakat pengrajin dalam penyediaan sarana prasarana untuk mengeringkan ikan asin olahan tersebut.

“Kedepan berharap pemerintah bisa membantu pengrajin dalam penyediaan alat pengeringan pengolahan ikan asin yang modern, “ harapnya.

Paling tidak dengan penyediaan alat pengering tersebut, pengrajin tidak terlalu mengalami kesulitan dalam mengeringkan olahan ikan asinya pada musim penghujan saat ini.

“Maka dari itu, manfaat alat pengering ikan asin pada musim penghujan sangat besar. Pengrajin tidak lagi harus memaksakandiri mengawetkan hasil olahan ikan asinya dengan memakai bahan pengawet kimia yang cukup banyak, “ katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi ketika dikonfirmasi mengakui sangat prihatin bila sampai saat ini, bila benar pengrajin ikan asin kerap memakai bahan pengawet membahayakan jenis-jenis tersebut. Padahal pemakaian bahan pengawet jenis formalin, atau kimia lainya sangat membahayakan bagi kesehatan.

“Harusnya pengrajin sudah tidak lagi memakai bahan pengawet jenis itu lagi. Soalnya sungguh sangat membahayakan bagi kesehatan, “ katanya.

Guna mengetahui sebarapa jauh penggunaan bahan kimia membahayakan tersebut, pihaknya bersama instansi terkait lainnya akan segera melakukan survey langsung kelokasi pengrajin ikan asin olahan disana tersebut.

“Kami akan segera menurukan tim khusus untuk mengecek pengolahan ikan asin yang ada di Palabuanratu dan sekitarnya, “ katanya.

Didi memengungkapkan. kalo memang beredarkan ikan asin yang pengolahannya memakai bahan pengawet membahayakan, maka masyarakat agar bisa lebih ekstra hati-hati.

“Apapun alasanya pemakaian bahan kimia dalam pengolahan ikan asin sudah melanggar ketentuan mengenai perlindungan konsumen. Jadi tentunya pengrajin sendiri bisa dikenai sanksi sesuai ketentuan yang ada. “Karena itu, setiap konsumen dituntut agar lebih ekstra teliti dalam memilih makanan atau lauk pauk yang akan dikonsumsinya. Untuk itu konsumen harus lebih teliti memilih ikan atau lauk pauk agar bisa aman konsumsi, “ tandasnya.

(radar sukabumi/cr1)

loading...

Feeds