Waduh… Ratusan Emak-emak Ngamuk di Toserba Selamat, Ini Penyebabnya

Para orangtua murid dan guru peserta mewarnai SGM di lantai dua Toserba Selamat Sukabumi ngamuk lantaran acara dibatalkan sepihak oleh panitia. (foto: Wahyu/radarsukabumi)

Para orangtua murid dan guru peserta mewarnai SGM di lantai dua Toserba Selamat Sukabumi ngamuk lantaran acara dibatalkan sepihak oleh panitia. (foto: Wahyu/radarsukabumi)

POJOKJABAR.com SUKABUMI – Acara mewarnai anak yang berlangsung di lantai dua Toserba Selamat, Jalan RE Marthadinata, Kota Sukabumi berlangsung rusuh. Ratusan orangtua anak, meluapkan kekecewaannya dengan berteriak dan memprotes pihak penyelenggara.

Mereka ngamuk lantaran acara yang berlangsung sejak Sabtu (1/12/2018) pukul 07.00 WIB tak kunjung dilaksanakan hingga pukul 12.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjaba), batalnya acara tersebut dilakukan secara sepihak oleh pihak penyelenggara, karena media untuk mewarnai habis, bahkan bingkisan berupa susu, baju dan voucer yang disediakan pun tidak kunjung diterima para peserta.

Ironisnya, peserta yang berjumlah 430 orang ini seolah diacuhkan panitia dan lebih mementingkan peserta yang baru mendaftar. Parahnya lagi, pihak penyelenggara diwakili Salaes promotion Girl (SPG) sengaja mendatangi sekolah dengan membujuk anak-anak mengikuti kegiatan.

“Seluruhnya 430 orang kata panitia dan yang baru 70 orang, tapi mereka didahulukan dengan diberi bingkisan. Padahal kita yang sudah mendaftar jauh-jauh hari malah diacuhkan,” ujar Tuti, salah seorang Guru TK Al-Ikhlas Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Tidak hanya itu, dirinya bersama orangtua murid mengaku kecewa dengan peristiwa ini. Sebab selain waktu yang termakan percuma, psikologi anak jadi terganggu. Tentunya pihak penyelenggara harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kita minta mereka bertanggung jawab. Kalau pun hanya menggambar kita tidak masalah, toh di sekolah juga kita menggambar. Intinya psikologi anak juga terganggu,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Wulan salah seorang orangtua murid mengaku geram dengan kondisi ini. Dirinya menuntut pihak penyelenggara untuk bertanggung jawab dengan membuat surat pernyataan.

“Setelah kita desak, mereka sudah membuat surat pernyataan,” tambahnya.

Ia menilai, kegiatan yang dilakukan pihak penyelenggara sangat tidak profesional. Seharusnya, penyelenggara mempunyai plening yang lebih matang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Adapun media mewarnai yang diberikan panitia tidak sesuai dengan klaster anak. Gambar yang disediakan berukuran lebih besar,” imbuhnya.

Sementara itu saat dikonformasi, pihak penyelenggara enggan memberikan keterangan. “Belom beres,” singkatnya.

Sekadar informasi, dalam kegiatan lomba mewarnai SGM, setiap peserta ditarif Rp 35.000 perorang dengan diberikan bingkisan.

(radar sukabumi/why/izo)

loading...

Feeds