Lihat Deh, Jalan Cikembar Seperti Kubangan Kerbau

RUSAK PARAH: Jalan Palabuhan II di Desa/Kecamatan Cikembar mirip kubangan kerbau akibat kerusakan jalan yang sangat parah.

RUSAK PARAH: Jalan Palabuhan II di Desa/Kecamatan Cikembar mirip kubangan kerbau akibat kerusakan jalan yang sangat parah.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Jalan Palabuhan II di Desa/Kecamatan Cikembar rusak parah dan mirip kubangan kerbau. Tak heran bila pengendara yang melintasi jalan ini mengeluh karena kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Kerusakan ini diduga akibat seringnya kendaraan berat dari beberapa perusahaan melintas. Sehingga, konstruksi jalan yang akhir-akhir terus diguyur hujan kondisinya rusak parah. Lobang yang mengangga tertutup air, menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), untuk perbaikan jalan Palabuhan II ini, pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyerahkannya kepada perusahaan PT Siam Cement Group (SCG). Artinya, Pemprov tidak akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan yang menghubungkan Pemkab Sukabumi dan Pemkot Sukabumi ini.

“Kalau di persimpangan SMP Cikembar, itu perlintasannya sudah dicor. Hanya bagian ini saja yang belum, padahal kondisinya rusak parah dan rawan kecelakaan.

Kerusakan ini memang akibat banyaknya kendaraan besar melintas yang muatannya melebihi tonase,” ujar warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Ruslan Wirawan (32) kepada Radar Sukabumi, Jumat (30/12).

Ia pun berharap, kubangan yang berada di badan jalan itu segera diperbaiki. Pasalnya selain mengganggu arus lalu lintas, juga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. “Kami berharap segera diperbaiki, sebelum adanya korban jiwa akibat kerusakan jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadishub Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana menegaskan, untuk perbaikan jalan memang bukanlah menjadi kewenangannya, melainkan sesuai dengan status jalan yang merupakan kewenangan Pemprov Jawa Barat.

Namun demikian, sesuai dengan Tufoksinya, ia akan menindak tegas kendaraan yang beroperasi pada luar jam diperbolehkan dan over kapasitas.

“Upaya kami yang sekarang dilaksanakan ialah menggelar operasi terhadap kendaraan angkutan. Bila ada yang terbukti melanggar, kami berikan sanksi sesuai dengan aturan,” pungkasnya singkat.

(radar sukabumi/ren)

loading...

Feeds