Miris, Dua Anak di Bawah Umur Jadi PSK Sukabumi Asyik

Tim Cyber Polres Sukabumi Kota berhasil membongkar jaringan prostitusi online yang dilakukan via media sosial twitter.

Tim Cyber Polres Sukabumi Kota berhasil membongkar jaringan prostitusi online yang dilakukan via media sosial twitter.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Polisi mengamankan 12 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dijajakan dalam akun Escort0266 ke 2 @Sukabumiasyik. Namun yang cukup mengcengangkan, dua diantaranya masih berusia dibawah umur bahkan ada yang tengah hamil.

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sukabumi bakal mendampingi dua PSK dibawah umur yang ikut terlibat prostitusi online yang diungkap Polres Sukabumi Kota. Selain itu, pihaknya juga akan melihat apakah para PSK itu korban atau mengorbankan diri.

Sekretaris P2TP2A Kota Sukabumi, Joko Kristianto mengungkapkan, pihaknya secapatnya bakal mendatangi Polres Sukabumi Kota untuk mencari informasi lebih jauh soal kasus tersebut. Dalam proses hukum tersangka maupun para saksi, dirinya juga akan meminta untuk menggunakan Undang- Undang perlindungan anak.

“Kita akan lihat dulu lebih jauh. Jika memang ada benar yang masih dibawah umur, tentunya kami akan dampingi proses hukumnya dan meminta kepolisian untuk tidak hanya melakukan tindakan hukum, melainkan keadilan hukum,” paparnya.

Jika hingga tuntas seluruh PSK tersebut masih berstatus saksi, Joko berharapa seluruhnya direhabilitasi. Bahkan, khusus untuk wanita yang masih berusia dibawah umur, pihaknya bisa mengakukan diversi dengan catatan wanita itu siap untuk direhabilitasi.

“Memang baiknya harus direhabilitasi. Bahkan, mereka ini bisa kita jadikan sumber juga untuk mencari tahu seberapa banyak wanita yang seperti itu. Karena memang di era perkembangan teknologi ini, cukup menyulitkan untuk menditeksinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota (Satpol PP) Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi menambahkan, pihaknya bakal lebih intens untuk melakukan operasi ke tempat- tempat yang berpotenis disalahgunakan untuk tindakan serupa. Walalupun begitu, pihaknya mengklaim telah melakukan operasi tersebut secara berkala disemua wilayah.

“Kami rutin razia kosan dan hotel di tujuh kecamatan dan 33 kelurahan yang ada. Harapan kami aparatur wi layah juga melakukan hal serupa untuk menekan tindakan tersebut. Saat ini mulai berjalan dibeberapa wilayah,” singkatnya.

(radar sukabumi/upi)

loading...

Feeds