Ada Prostitusi Online Sukabumi Asyik, Ini Kata Walikota dan MUI

Tim Cyber Polres Sukabumi Kota berhasil membongkar jaringan prostitusi online yang dilakukan via media sosial twitter.

Tim Cyber Polres Sukabumi Kota berhasil membongkar jaringan prostitusi online yang dilakukan via media sosial twitter.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengaku prihatin atas terungkapnya jaringan prostitusi online di Kota Sukabumi. Meski begitu, dirinya juga mengapresiasi pihak Polres Sukabumi Kota yang sigap dan cepat membongkar jaringan bisnis esek-esek melalui media sosial twitter @SukabumiAsyik.

“Keprihatinan yang sangat mendalam. Karena kota kita tercemar dengan keberadaan prostitusi online itu. Terima kasih juga kepada Polres Sukabumi Kota beserta jajarannya yang telah cepat mengungkapnya,” kata Achmad Fahmi kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Selasa (20/11/2018).

Fahmi juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Sukabumi untuk memperkuat ketahanan keluarga. Karena menurutnya, ketahanan keluarga merupakan titik awal pembentukan karakter. Selain itu, dirinya juga meminta agar orang tua lebih intens berkomunikasi dengan semua anggota keluarga, khususnya anak.

“Komunikasi yang baik dengan semua anggota keluarga amat penting dilakukan. Ini untuk memperkuat ketahanan keluarga, termasuk penguatan pendidikan keagamaan yang harus diperkuat pada level keluarga hingga masyarakat. Juga, marilah kita bijak menggunakan internet dan telepon pintar,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Muhammad Kusoy amat kecewa dengan adanya praktik prostotusi di Kota Sukabumi tersebut. Menurutnya, kota ini amat terkenal dengan sebutan kota santri. Sehingga, perbuatan tersebut secara tidak langsung sudah mencoreng wajah Sukabumi.

“Terungkapnya praktik perzinahan itu merupakan kekecewaan terbesar bagi kami (MUI,red). Karena, kota ini sudah dikenal baik yakni sebaga kota santri. Maka dari itu, untuk menyelesaikan persoalan ini harus ada keterlibtan semua pihak antara ulama dan umaro,” pintanya.

Tak hanya itu, pengaruh negatif perkembangan teknologi dan informasi saat ini harus secara masif disampaikan kepada semua kalangan masyarakat. Karena memang, jika dugunakan dengan baik, perkembangan IT ini bisa memudahkan dakwah dan tarbiyah kepada ummat.

“Yang menjadi masalah adalah belum tumbuhnya kesadaran masyarakat, sehingga terjadilah penyalahgunaan. Selama ini kami pun sudah melakukan pencegahan dengan melalukan berbagai upaya, namun untuk menyelesaikan ini semua harus melibatkan semua unsur,” pinta Kusoy.

(radar sukabumi/upi)

loading...

Feeds