Miris! Kasus Pelecehan Anak di Sukabumi Sangat Mengerikan, Cek Datanya di Sini

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Sukabumi ternyata begitu mengerikan.

Pasalnya, jumlah kasusnya sepanjang 2018 ini mendominasi dibandingkan dengan perkara lain yang ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan data yang tercatat di DP3A, terhitung sejak awal Januari hingga Desember 2017 lalu, terdapat sebanyak 54 kasus. Yakni, 30 kekerasan seksual, 4trafficking, 8KDRT, 3kasus Anak yang Berhadapan Hukum (ABH) dan 9 kasus lainya.

Sementara sepanjang 2018, kasus kekerasan seksual yang menimpa anak dibawah umur telah menempati peringkat tertinggi dari kasus lainnya.

Yakni, 35 kasus dengan jumlah korban sebanyak 45 anak. Sementara, untuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terdapat 9 kasus dengan jumlah 11 orang dan kasus trafficking sebanyak 10 orang.

Kepala Seksi Perlindungan Anak DP3A Kabupaten Sukabumi, Neni mengatakan, dalam menangani kasus kekerasan anak dibawah umur, DP3A akan terus melakukan pendampingan dan melindungi korban dengan tidak bertindak diskriminasi.

“Intinya, kita akan mengedepankan persoalan ini untuk kepentingan anak. Karena, mereka merupakan generasi penerus bangsa dan pemilik masa depan bangsa,” kata Neni saat disambangi Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar) di Kantor DP3A Kabupaten Sukabumi, di Jalan Raya Surya Kecana, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jumat (16/11).

Kasi Tumbuh Kembang Anak DP3A Kabupaten Sukabumi, Yudi Irwan mengatakan, pihaknya akan melakukan peninjuan kepada sejumlah korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum guru tersebut.

“Setelah itu, kita akan melakukan trauma healing agar kejiwaannya kembali normal,” katanya.

Guna mengantisipasi dan menekan tingginya angka kasus kekerasan seksual dan kasus lainnya, DP3A tak hentinya melakukan sosialisasi serta penyuluhan terhadap masyarakat.

“Selain itu, kami juga melakukan pembentukan Tim Satgas yang ada di tingkat desa untuk menampung keluhan dan persoalan yang terjadi di wilayah,” terang Yudi.

Ia menambahkan, perlindungan anak itu menjamin segala kegiatannya. Mulai dari melindungianakdanhaknya agardapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisiasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusian.

“Saya berharap, dengan upaya yang terus digencarkan oleh DP3A tersebut, mampu menekan dan meminimalisir terjadinya kasus kekerasan terhadap anak. Sementara, dalam penanganannya DP3A berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti P2TP2A Kabupaten Sukabumi sebagai rekanan DP3A,” pungkasnya.

(radar sukabumi/den)

loading...

Feeds