Banjir dan Longsor Kepung Kabupaten Sukabumi

TERENDAM: Puluhan rumah di Kampung Sindang Palay, Rt (7/6) Desa Pasawahan, dan Kampung Cibeber Girang, Rt (1/4) Desa
Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi teredam banjir akibat luapan sungai Cibeber.

TERENDAM: Puluhan rumah di Kampung Sindang Palay, Rt (7/6) Desa Pasawahan, dan Kampung Cibeber Girang, Rt (1/4) Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi teredam banjir akibat luapan sungai Cibeber.

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, SUKABUMI— Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Sukabumi telah menyebabkan bencana alam. Seperti di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, tepatnya akses ruas Jalan Raya Tagoglalay, Desa Cikarang, tertimbun material longsor.

Sementara di Kecamatan Cidadap, bencana banjir telah merendam jembatan Cibojong akibat luapan dari aliran Sungai Citonjong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), peristiwa yang terjadi pada Minggu (11/11/2018) sekira pukul 16.00 WIB ini, telah menyebabkan bencana longsor di beberapa titik.

Diantaranya, di Kampung Sinarasih, RT (7/3) dan Kampung Sindangpalay, RT (12/4), Desa Cikarang. “Akibat material longsoran ini yang diperkirakan 50 meter dengan ketinggian 1 mater, ruas Jalan Raya Tagoglalay, tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelas Komandan Pos Koramil (Danposramil) Kecamatan Cidolog, Iim Solihin, Minggu (11/11).

Sementara itu, seorang anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (Rapi) Lokal Kabupaten Sukabumi Selatan, Udo mengatakan, bencana banjir yang menyebabkan jembatan Cibojong terendam ini, terjadi sekira pukul 16.30 WIB.

“Jembatan ini, merupakan penghubung dua desa yang ada di Kecamatan Cidadap. Yakni, Desa Cidadap dengan Desa Mekartani,” jelasnya.

Bencana banjir tersebut, tidak memakan korban jiwa dan merendam pemukiman penduduk. Hanya saja, jembatan yang memiliki panjang sekitar 13 meter dengan lebat 3 meter tersebut, tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Sekira pukul 20.00 WIB, air masih tetep meluap dan merendam badan jembatan. Kalau untuk rumah penduduk aman. Sehingga tidak ada warga yang dilakukan evakuasi,” pungkasnya.

Ditempat terpisah puluhan rumah di Desa Pasawahan dan Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi terendam banjir. Air meluap dari Kali Cibeber.

Rumah warga yang terdampak luapan air dari Kali Cibeber berada di Kampung Sindang Palay, Rt (7/6) Desa Pasawahan, dan Kampung Cibeber Girang, Rt (1/4) Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug. Sebelumnya, wilayah sekitar Cicurug diguyur hujan cukup lebat.

“Tinggi airnya hingga sekitar satu meter,” ujar Riki Riki Andrian.

Banjir seperti ini sering terjadi di dua kampung tersebut. Saluran air pada jembatan terlalu sempit, akibatnya meluap ke pemukiman. Warga sekitar mengaku sempat mengusulkan perbaikan goronggorong jembatan. Namun sampai saat belum ada perhatian dari pemerintah.

“Setiap hujan turun kami selalu was-was, khawatir air kali ini meluap. Pasti banjir. Kami sudah mengusulkan pemerintah untuk mengubah lobang jembatan ini agar lebih besar. Supaya jalannya air ketika hujan tidak tertahan dan mengakibatkan banjir,” kata Tedy.

Sementara, Di Kampung Bangkongreang, Desa Benda dengan Kampung Sindangpalay, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug terjadi tanah longsor.

“Material tanah menutupi jalan penghubung dua desa. Yakni Kampung Bangkongreang, Desa Benda dengan Kampung Sindangpalay, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, kejadian pada saat hujan deras sekitar pukul 14.30 WIB. Longsornya tepat di depan rumah,” tuturnya.

Diwaktu yang sama, Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melakukan assesment (penilaian red) terhadap musibah longsor dan banjir yang terjadi di Kecamatan Cicurug, berdasarkan data sementara, musibah longsor terjadi di Kampung Bangkong Reang Rt (01/04) Desa Benda.

Jalan lingkungan sepanjang 6 meter dan tinggi 2 meter, serta satu rumah terdampak. Kemudian satu rumpun bambu berdiameter 2,5 meter menutup saluran Kali Cibeber dengan Lebar 4 meter. Selain longsor, juga terjadi banjir bandang akibat luapan Kali Cibeber. Wilayah yang terdampak yakni Kampung Karang Sirna (Al Amin) RT 1 RW 1, dan Kampung Cibeber Hilir, RT 1 RW 8, Kelurahan Cicurug.

Saat ini, untuk di Jalan lingkungan di Kampung Bangkong Reang sudah digotong royongkan oleh masyarakat sekitar dan para relawan agar akses masyarakat tidak terganggu.

Kemudian longsoran di Kampung Pasir Tengah perlu penanganan lebih lanjut karena akses jalan lingkungan terputus total. Sebelumnya, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan bahwa Bencana banjir, longsor ataupun pergeseran tanah mengancam Sukabumi.

Berdasarkan hasil pemetaan dan pendataan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seluruh kecamatan di 47 Kecamatan merupakan daerah rawan bencana.

“Rawan bencana tersebut masuk dalam resistensinya yang sangat tinggi. Ini yang harus diwaspadai oleh semua pihak khususnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan tersebut,” kata Marwan Hamami kepada Radar Sukabumi.

Bencana yang paling rawan terjadi di Sukabumi seperti longsor, banjir, puting beliung, hingga gempa bumi. Ini yang perlu diwaspadai karena bencana bisa datang kapan saja dan tanpa mengenal waktu maupun tempat.

(radar sukabumi/den/hnd)

loading...

Feeds