Rekonstruksi Cinta Terlarang Pasangan Lansia Berujung Maut, Polres Sukabumi Kota Temukan Fakta Baru

JALANI REKONSTRUKSI: AH (63) pelaku pembunuhan Fatimah (48) warga Kecamatan Ciemas saat memperagakan adegan pada rekonstruksi di kontrakan korban. Foto : Radar Sukabumi

JALANI REKONSTRUKSI: AH (63) pelaku pembunuhan Fatimah (48) warga Kecamatan Ciemas saat memperagakan adegan pada rekonstruksi di kontrakan korban. Foto : Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Polres Sukabumi Kota, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Fatimah (48) warga Kecamatan Ciemas yang dilalukan oleh AH (63) asal warga Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (5/11/2018).

Dalam rekonstruksi yang digelar sekitar Pukul 13.00 WIB ini, tersangka memperagakan 24 adegan di lokasi pembunuhan, tepatnya di sebuah kontrakan Kampung Mangkalaya, RT 7/5, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh.

Rekonstruksi ini pun menyita perhatian warga sekitar. Pasalnya, masyarakat mengaku merasa penasaran ingin mengatahui kronologis sebenarnya atas peristiwa cinta terlangang kedua pasangan lansia tersebut.

Dalam rekonstruksi tersebut, pihak kepolisian menemukan fakta-fakta baru. Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo menjelaskan, rekonstruksi ini untuk mencocokan keterangan saksi, tersangka serta barang bukti mengenai perkara pembunuhan sekaligus pencurian dengan kekerasan yang dilakukan AH.

Dijelaskannya, polisi membutuhkan waktu dua hari untuk mengungkap kasus pembunhan ini. Lantaran sebelumnya, dilaporkan korban meninggal karena sakit.

“Ternyata pelaku setelah menghabisi korban. Ia telah menggasak barang berharga milik korban seperti satu unit sepeda motor, dua unit ponsel, satu buah perhiasan kalung, cincin dan perhiasan gelang,” jelas Susatyo.

Dalam 24 adegan rekonstruksi ini, selain memperagakan, pelaku juga telah menjelaskan aksi pembunuhannya mulai dari perencanaan maupun pelaksanaan pembunuhan.

Sementara, motif pembunuhan antara dua orang yang berhubungan ilegal alias tidak sah itu, dipicu oleh rasa cemburu. Karena, pelaku tersinggung dan marah kepada korban yang menelepon orang lain dengan kata-kata mesra. Sehingga, pelaku emosi dan membakap korban menggunakan bantal hingga korban kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia.

“Setelah membunuh korban, tersangka kebingungan. Lantas ia menyiapkan angkot untuk menghilangkan jejak, termasuk mungkin jasad korban. Namun nahas, aksi busuk pelaku dapat kami ketahui setelah melakukan berbagai ragam penyelidikan. Untuk itu, kami simpulkan bahwa motifnya selain mengambil barangbarang korban, juga ada motif cemburu. Apalagi, bubungan antara pembunuh dan korban ini tidak sah alias tidak sempat menikah,” bebernya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan, Pasal 365 ayat 3 KUHPidana curas, Pasal 351 ayat 3 KUHPidana penganiayaan, Pasal 363 ayat 1 ke 3 KUHPidana curat dan Pasal 362 KUHPidana pencurian.

“Pelaku terancam pasal berlapis dengan hukuman sekitar 15 tahun kurungan penjara. Saat ini, tengah dilakukan penahanan dan proses penyidikan lebih lanjut di Makpolres Sukabumi Kota,” pungkasnya.

(radar sukabumi/den)

loading...

Feeds