Warga Cipicung Ditemukan Tewas Terbungkus Kardus di Rumah Kontrakan

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Fatimah (50) ditemukan tewas dengan kondisi terbungkus kardus disebuah kontrakannya yang berada di Kampung Cipicung, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, kemarin (22/10).

Berdasarkan keterangan warga setempat, fatimah sudah tinggal di Kontrakan milik H.Hapi selama tiga bulan bersama suaminya.

Seorang warga Kampung Cipicung, Desa Cibolang, Nurzaman (38) yang merupakan tetangga korban mengatakan, saat itu ia melihat suami korban Ahmad Hidayat (59) datang ke kontrakannya sekira pukul 02.00 WIB dengan membawa sebuah mobil angkutan kota (Angkot) trayek Sukaraja.

“Sekira pukul 23.00 WIB, saya bersama warga lainnya berkumpul di depan kontrakan untuk melakukan ronda. Karena sering terjadi kemalingan. Namun, Tiba-tiba, datang suami korban dan meminta bantuan untuk membawa korban ke Rumah Sakit Syamsudi SH Kota Sukabumi,” kata Nurzaman.

Namun, saat warga membantu melakukan evakuasi, warga dikagetkan dengan bau yang menyengat yang berada di rumah kontrakan tersebut.

“Saat itu, warga sempat marah kepada suami korban. Karena merasa dibohongi, lantaran korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan kondisi bau membusuk. Bahkan, jari kukunya sudah melepuh,” paparnya.

Hal senada dikatakan, Ketua Rt 7 di Kampung Cipicung, Eman Sulaeman, menambahkan, korban bersama suaminya yang diketahui telah tinggal di kontrakan tersebut diketahui nikah siri.

“Mereka tinggal di sini tidak menyimpan identitas. Seperti KTP dan tidak memberitahukan kepada Ketua RT,” katanya.

Sebelum warga mengetahui peristiwa meninggalnya Fatimah, ujar Eman, warga merasa curiga dengan sikap suami korban yang merupakan warga Caringin Numbang, Kelurahan Warudoyong, Kota Sukabumi, datang dan mondar mandir di depan rumah kontrakan pada waktu dini hari. Selain itu, ia datang ke rumah kontrakan dengan menyewa kendaraan angkot trayek Sukaraja yang hendak digunakan untuk mengangkut istrinya.

“Saat itu, Pak Ahmad sempat minta tolong kepada warga. Katanya mau bawa istrinya yang sakit ke rumah sakit. Dia sudah bawa angkot Sukarajaan. Tapi begitu tahu korban yang di dalam itu sudah meninggal, sopir angkotnya pergi karena takut,” imbuhnya.

Untuk itu, warga yang tinggal di sekitaran lokasi kontrakan langsung mencegah Ahmad yang dikabarkan akan pergi meninggalkan lokasi kontrakan.

“Saat itu, penjelasan dari suami korban berbelitbelit. Seperti, ia masuk kedalam kontrakan dengan cara membongkar kunci pintu. Namun, ketika warga datang, kamar kontrakan itu masih terkunci rapi. Makanya sama warga dia diamankan. Apalagi, saat warga mengetahui kondisi tubuh korban sudah bau membusuk dan terbungkus kardus, kasur dan karpet. Ya, seperti sudah direncanakan oleh suaminya untuk membawa jasad korban,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Budi Nuryanto mengatakan, saat pihaknya mendapatkan informasi tersebut, sejumlah anggota dari Polsek Gunungguruh dan Polres Sukabumi Kota langsung menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, korban meninggal diduga karena penyakit. Karena, menurut pengakuan tetangganya, korban semasa hidupnya memiliki daftar riwayat darah tinggi,” katanya.

Setelah melakukan olah TKP, sambung Budi, korban sekira pukul 09.00 WIB langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Sementara suaminya, tengah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

(radar sukabumi/den)

Loading...

loading...

Feeds