Nipu, Warga Sukaraja Catut Nama Kapolres, Begini Modusnya

PRES RELEASE : Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condoro, saat melakukan pres release kasus tindak pindana penipuan di Makoplsek Sukaraja,(19/10).

PRES RELEASE : Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condoro, saat melakukan pres release kasus tindak pindana penipuan di Makoplsek Sukaraja,(19/10).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Apa yang dilakukan Rizaldi (41) warga Desa Selaawi, RT 1/7, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi ini tak patut untuk ditiru.

Ia diduga melakukan dua perbuatan terlarang yakni tindak pidana penipuan dan mencoreng nama baik institusi Polri. Kasus ini sendiri berdasarkan laporan dari Yandi (38), korban yang berhasil dia tipu.

Walhasil, pada Kamis (18/10) lalu, aparat dari Polsek Sukaraja, Polresta Sukabumi pun meringkus pelaku di rumah kediamannya.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condoro mengatakan, kejadian tersebut bermula pada Minggu (12/8/) lalu sekira pukul 09.00 WIB.

Saat itu, tersangka menjanjikan kepada korban mampu mengeluarkan seorang tahanan bernama Manaf. Manaf, sambung Susatyo, merupakan kerabat dari Yandi tersangka kasus penipuan rental mobil yang saat ini mendekam di Rutan Mapolres Sukabumi yang berada di Palabuharatu, Kabupaten Sukabumi.

Kepada korban, si penipu ini meminta uang sebesar Rp15 juta dengan dalih dapat membebaskan Manaf dalam jangka waktu tiga hari saja.

“Modus operandi tersangka mengaku kepada korban bersedia mengeluarkan Manaf yang tengah ditahan di Mapolres Sukabumi. Namun faktanya, tak sesuai dengan harapan korban,” kata Susatyo saat melakukan press rilis di Mapolsek Sukaraja, Jumat (19/10).

Sebagai daya tarik, Rizaldi yang katanya tercatat sebagai anggota ormas di Sukabumi kenal dekat Kapolres Sukabumi. Selain menahan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu lembar kwitansi penyerahan uang yang ditandatangani tersangka.

“Pelaku telah mencoreng nama baik Polri. Akibat perbuatannya, kini pelaku terancam Pasal 372 dan 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan,” imbuhnya.

Susatyo menghimbau kepada seluruh warga, agar tak mudah terjebak bujuk rayu oknum yang mengaku bisa mengurus perkara-perkara di kepolisian.

“Intinya, semua perkara akan kami tindak tegas jika melanggar aturan. Apalagi mencoreng nama baik Polri,” tandasnya.
Korban kasus penipuan Yandi (38) mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat ia didatangi oleh tersangka. Saat itu, pelaku yang mengatasnamakan sebagai anggota salah satu oramas ini, mengaku kenal dekat dengan sejumlah anggota Polri yang bertugas di Polres Sukabumi. Namun saat ia selidiki ke Polres Sukabumi, ternyata polisi tak ada yang mengenali pelaku.

“Waktu itu saya datang ke rumah pelaku sesuai dengan perimintaannya, untuk memberikan uang jaminan sebesar Rp15 juta. Tersangka ini berjanji, bisa mengeluarkan Manaf di tahanan dalam waktu tiga hari dengan jaminan uang itu. Namun sampai beberapa pekan terakhir, Manaf sebagai saudara saya tidak keluar dari tahanan. Sehingga, saya langsung laporkan pelaku ke Polsek Sukarja,” beber Yadi.

Sementara itu, Rizaldi yang merupakan terduga pelaku penipuan tersebut mengatakan, awalnya korban datang kerumahnya meminta tolong agar bisa membantu dalam membebaskan saudaranya yang tengah mendekam di Rutan Makpolres Sukabumi.

“Saya memang kenal dengan sejumlah anggota Polres Sukabumi. Namun, sayang usaha saya dalam membebaskan Manaf tidak berhasil. Tadinya, uang sebesar Rp15 juta ini akan saya kembalikan kepada Yandi, jika saya tidak berhasil mengeluarkan Manaf,” singkatnya.

(radar sukabumi/den)

loading...

Feeds