Bunga Langka Gegerkan Warga Gang Limus

Sejumlah anak-anak saat menyaksikan bunga rafl esia yang tumbuh di lahan kosong di Gang Limus RT 1/2, Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole.

Sejumlah anak-anak saat menyaksikan bunga rafl esia yang tumbuh di lahan kosong di Gang Limus RT 1/2, Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Warga Gang Limus RT 1/2, Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole digegerkan dengan penemuan bunga raflesia yang tumbuh di lahan kosong milik warga sekitar.

Sontak, penemuan bunga yang mengeluarkan bau menyengat menjadi tontonan warga sekitar maupun yang sengaja datang.

Siti Suaedah (35), penemu bunga bangkai mengaku, awalnya tidak menyangka bahwa bunga yang ditemukannya itu ada bunga bangkai. Karena memang, saat ditemukan kondisinya belum mekar sehingga dianggap biasa saja.

“Awal penemuannya itu pada Sabtu lalu (13/10), saat itu hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa, tapi lama kelamaan bunga itu mekar dan orang menyebut bunga raflesia,” akunya, Jumat(19/10).

Bunga yang kini berjumlah dua ini, lanjut Siti, tumbuh pada lahan kosong depan kediamannya. Saat itu, dirinya mengetahui jenis bunga tersebut dari warga yang melintas.

“Saya biasa setiap pagi kelahan kosong ini, kadang bersih-bersih karena pemiliknya warga Jakarta. Tahu ini bunga rafl esia yang katanya cukup langka daei warga yang melintas,” ujarnya.

Setelah diketahui bunga tersebut merupakan bunga langka yang juga dilindungi, tidak sedikit warga sekitar maupun yang sengaja datang untuk sekedar melihat karena penasaran. Bahkan, kini untuk menjaga bunga itu warga sengaja membuat pembatas dari kayu.

“Kata warga sih ini namanya bunga rafl esia mini, setiap malam mengeluarkan bau bangkai. Ya, warga sudah bnyak yang lihat, karena mungkin penasaran,” terangnya.

Hingga kini, lanjut Siti, dirinya belum melaporkan temuan bunga tersebut ke pemerintah setempat maupun ke pemilik tanah. Namun demikian, usia diketahui bunga itu kategori bunga langka dirinya bakal ikut menjaganya.

“Belum melapor kemanapun, karena kurang tahu juga sih. Ya pastinya, setelah ini kami bakal menjaganya karena khawatir banyak orang yang berdatangan ,” pungkasnya.

(radar sukabumi/upi)

loading...

Feeds