Cara MUI Sukabumi Persempit Ruang Gerak Para LGBT

Logo LGBT

Logo LGBT

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Oman Komarudin mengaku merasa prihatin saat mendapatkan informasi mengenai adanya issu beberapa warga Kabupaten Sukabumi yang mengikuti kontes Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) Miss dan Mister Gaya Dewata 2018 yang rencananya digelar di Denpasar, Bali.

Menurut informasi, kontes tersebut diikuti kandidat mencapai 80 orang dari 40 kabupaten/ kota se-Indonesia.

“Awalnya saya dapat SMS, bahwa ada sebagian warga Kabupaten Sukabumi yang ikut kontes LGBT. Namun ketika saat saya telpon tidak diangkat dan tidak ada jawabannya,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, LGBT merupakan sikap dan perbuatan kaum Sodom saat di zaman Nabi Luth AS. Karena, penyakit penyimpangan seksual tersebut, akhirnya Allah SWT telah menurunkan azab berupa hujan batu dan gempa bumi di zamat tersebut.

“Sebab, Allah tidak akan menzalimi suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang menzalimi dirinya sendiri. Untuk itu, dengan sikap LGBT ini, terkesan menantang kepada Allah. Dan jika Allah menurunkan cobaan, tentu bukan hanya kepada pelakunya saja. Tetapi, pasti akan terbawa semua warga. Sesuai dengan firmal Allah pada surat Al-Anfal ayat 25 dann surat Al-Ankabut ayat 40, bahwa timbulnya kerusakan di muka bumi ini akibat ulah dan sikap manusia,” tandasnya.

Untuk itu, MUI Kabupaten Sukabumi terus menerus melakukan sosialisasi kepada seluruh warga mengenai penyakit penyimpangan seksual LGBT tersebut.

“Kami sudah intruksikan kepada setiap Ketua MUI kecamatan yang tersebar di seluruh Kabupaten Sukabumi, agar terus memberikan pencerahan kepada warga mengenai penyakit penyimpangan seks LGBT ini,” pungkasnya.

Terpisah, MUI Kota Sukabumi juga mengaku prihatin akan mulai maraknya LGBT termasuk di Sukabumi. Sekretaris MUI Kota Sukabumi, H Kusoy mengatakan bahwa LGBT adalah sesuatu yang menyimpang dalam katentuan agama Islam.
“Sebab, Allah menciptakan hamba- Nya saling berpasangan ada laki-laki ada perempuan,” terangnya.

MUI sendiri telah menerbitkan fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 20 tanggal 11 Oktober 1997 tentang Kedudukan Waria. Baginya, fungsi MUI adalah pencegahan ini terutama dalam kegiatan dakwah dan edukasi pendidikan.

(radar sukabumi/cr2/den)

loading...

Feeds

Masyarakat sekitar mengevakuasi korban longsoran Galian C. Foto./Istimewa

Galian C Argasunya Telan Korban Jiwa

Dengan adanya kejadian kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang pekerja di lokasi lahan galian pasir milik perorangan, kami berharap pemilik lahan …