Ada Kelompok Gay Cantik di Kota Sukabumi, Begini Ciri-cirinya

Ilustrasi Kaum LGBT./Foto: Istimewa

Ilustrasi Kaum LGBT./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Populasi kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dari tahun ke tahun terus meningkat, ternyata dari data yang dihimpun dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Sukabumi, sampai 2017 lalu jumlah LSL mencapai 1.015 orang dengan terbagi kedalam beberapa kelompok.

Dari jumlah tersebut, paling mencolok terdapat pada kelompok yang dinamai Gay Cantik. Anggota kelompok Gay Cantik ini memiliki ciri khusus dibandingkan kelompok lainnya yang ada di Kota Sukabumi.

Pakaian-pakaian yang dikenakannya, rata-rata bermerek atau branded alias mahal-mahal. Berbagai kelompok gay ini nyaris seluruhnya berkelompok atau bergerombol.

“Yang kami tahu, di Kota Sukabumi ini ada sekitar empat sampai lima kelompok. Satu diantaranya ada kelompok Gay Cantik, ciri khasnya adalah baju dan aksesoris yang kenakannya bermerek,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/10).

Tak hanya itu, lokasi tempat kumpul kaum LSL ini juga berpindah dari tempat terbuka ke tempat yang tertutup. Misalnya, biasanya LSL ini berkumpul di taman dan lokasi terbuka lainnya. Saat ini, mereka ini pindah ke cafe, kos-kosan dan tempat tertutup lainnya.

“Jadi saat ini kami pun cukup kesulitan melacak pergerakan mereka ini. Karena memang, perpindahan tempat, cara komunikasinya pun sudah mengikuti perkembangan zaman,” ucapnya.

Menurut wanita yang biasa dipanggil Ateu ini, faktor yang menjadi penyebab utama terus suburnya kaum LSL ini adalah rapuhnya ketahanan keluarga.

Artinya, pembinaan, pengawasan dan kurangnya perhatian dari keluarganya membuat peluang besar pengaruh dari lingkungan luar gampang masuk.

“Jika ketahanan keluarganya kuat, pengaruh apapun dari luar setidaknya bakal terjaring. Jadi, saat ini pemerintah fokus pada penguatan ketahanan keluarga,” kata Ateu.

KPA juga menyebut, resiko tinggi penukaran virus HIV ada pada LSL. Bahkan, di Kota Sukabumi nyaris setiap bulannya ditemukan infeksi baru dari kaum gay tersebut.

“LSL ini kelompok kedua dengan resiko tertinggi penularan HIV. Sedangkan rentan usia LSL dari 15 hingga 40 tahun. Maka dari itu, kami terus melakukan sosialiasi, penyuluhan kelompok milenial dan pendidikan,” tutupnya.

(radar sukabumi/upi/cr1)

loading...

Feeds