Baru Selesai Dibangun, Drainase Bantargadung Ambrol Lagi, Kok Bisa?

AMBROL: Kondisi pembatas Drainase yang baru satu minggu selesai di Jalan Limbang Manik, Desa/Kecamatan Bantargadung

AMBROL: Kondisi pembatas Drainase yang baru satu minggu selesai di Jalan Limbang Manik, Desa/Kecamatan Bantargadung

POJOKJABAR.com, SUKABUMI –– Tembok Penahan Tanah (TPT) di sepanjang Jalan Limbang Manik, Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi roboh setelah baru sepekan selesai dibangun.

Menurut Ramadhan (38) warga sekitar tembok yang berada tepat di sepanjang jalan Kabupaten, di wilayah Bantargadung saat ini sedang ada perbaikan saluran air (drenase) dan TPT yang dikerjakan rekanan Pekerjaan Umum (PU), namun baru saja selesai dibangun dan sudah kembali roboh.

“Padahal baru selesai dibangun tembok TPT dan direnase ini bang, kok sudah roboh lagi,” kata Ramadhan, Rabu (10/10/2018).

Ramadhan menilai, pihak penanggungjawab dalam membangun TPT dan drenase terkesan terlalu buru-buru tanpa memikirkan kualitas dan kekuatan kortur bangunan tersebut, seakan-akan ini asal jadi dan terkesan tidak melalui perencanaan terlebih dahulu di tambah dalam pengerjaan tidak dilengkapi papan proyek.

“Sekitar satu minggu ini proyek pembangunan tembok dan drenase di tempat Limbang Manik selesai kerjakan, , namun ternyata roboh lagi, artinya kan seakan asal jadi, ditambah di sepanjang proyek perbaikan tidak di sertai papan proyek,”katanya.

Hal senada dikatakan, salah seorang warga Bantargadung lainnya Hendra (33) yang sering berada di sekitar lokasi mengatakan bahwa pihak PU saat ini sedang melakukan perbaikan drenase di sepanjang jalan Banjargadung, namun saya harap pengerjaanya bener di perhatikan kekokohanya, dan yang robob di Lumbang Manik, harus segera memperbaiki tembok tersebut.

“Kami sebagai warga berharap agar tembok TPT dan drenase yang roboh tersebut cepat diperbaiki kembali, agar tidak membahayakan,”harapnya.

Sementara itu, ketika koran ini hendak mengkompirmasi kepihak mandor di lokasi proyek perbaikan drenase di sepanjang jalan Bantargadung tidak berhasil di temui.

“Pengawasnya lagi ke Pemkab dulu kang, saya tidak tau penanggungjawabnya,” kata Edi (40) salah satu pekerja proyek.

(radar sukabumi/cr1)

loading...

Feeds