Tragedi Tewasnya Suporter Persija di GBLA, Ini Kata Bobotoh Sukabumi

BOBOTOH: Sejumlah suporter Persib Bandung, Bobotoh saat memberi dukunga kepada Maung Bandung. RIANA SETIAWAN/ RADAR BANDUNG

BOBOTOH: Sejumlah suporter Persib Bandung, Bobotoh saat memberi dukunga kepada Maung Bandung. RIANA SETIAWAN/ RADAR BANDUNG

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Tragedi yang menewaskan seorang suporter Persija oleh oknum bobotoh Persib saat pertandingan Persib vs Persija di Stadion GLBA Kota Bandung nampaknya menjadi perhatian Ketua Viking Kerajaan Sukabumi, Risris Rizal Ali Perkasa.

Menurutnya, kejadian tersebut merupakan bukan perilaku yang harus ditiru oleh bobotoh Persib dimanapun khususnya di Sukabumi. Untuk itu para bobotoh dan the jakmania harus bisa bersikap bijak jangan mencari pembenaran atas kesalahan.

“ Saya berharap kepada bobotoh jangan sampai terpancing kembali atas kejadian ini. Janganlah berbuat bodoh, yang mana bisa berimbas kepada Persib maupun keluarga kita masing-masing,” ujar Risris saat dihubungi Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar).

Dirinya juga berharap kepada bobotoh jangan melakukan hal yang bodoh atas kejadian itu. Jangan melakukan provokator dengan melakukan share video ataupun membuat komentar yang menyudutkan satu sama lain.

“Efek dari semua itu akan lebih terasa buat rekan-rekan kita yang berada di perbatasan atau yang kerja di Ibukota. Mari kita bijak dan mengevaluasi diri dengan kejadian ini,” jelasnya.

Risris juga merasa empati dengan kejadian ini, para bobotoh untuk bisa menahan diri ketika sedang menyaksikan Persib bermain. Bobotoh itu untuk memberikan semangat kepada para pemain Persib yang sedang bermain bukan untuk mencari musuh apalagi sampai berkelahi menewaskan manusia yang sama -sama merupakan generasi bangsa.

“ Saya ucapkan belasungkawa kepada korban, kita harus prihatian sya tidak bisa bayangkan ibu dan bapaknya serta keluarga kehilangan orang yang disayanginya. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi di negeri ini,” akunya.

Dikatakannya tidak akan ada habisnya kalau saling tuduh membandingkan apa yang telah terjadi. Terlalu berharga nyawa sesama anak bangsa mati sia-sia karena rivalitas dari klub sepakbola.

“Yang bisa katakan salah ya pelaku bukan hanya salah tapi bodoh, salah secara pribadi atas kelakuannya bodoh atas sikapnya yang bisa bikin persib kena sangsi padahal kita tau sedang berada di puncak klasemn dan saya berharap kita jangan ikut melakukan hal bodoh,” ujarnya.

Untuk itu, biarlah kejadian ini aparat kepolisian yang melakukan proses hukum. Bobotoh untuk menahan diri jangan lah menjadi pengamat atau komentator yang malah menimbulkan kasus ini berkepanjangan.

“ Mending kita bahas hal laom yang lebih manfaat seperti soal bagaimana cara tetap klub kebanggaan kita terus bertengger di puncak klasemen,” pungkasnya.

(radar sukabumi/bal)

loading...

Feeds