Mogok Mengajar Honorer Sukabumi Berlanjut

BELAJAR SENDIRI: Pelajar SDN Taman, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi hanya diberikan tugas oleh pihak sekolah karena kurangnya tenaga pengajar karena ditinggalkan para guru honorer.

BELAJAR SENDIRI: Pelajar SDN Taman, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi hanya diberikan tugas oleh pihak sekolah karena kurangnya tenaga pengajar karena ditinggalkan para guru honorer.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Belum adanya kepastian yang membela tuntutan para guru honorer, Forum Honorer Indonesia (FHI) berencana akan melanjutkan aksi mogok mengajar.

“Kami melanjutkan aksi mogok masal sampai hari yang belum ditentukan,” ujar Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Nanan Surahman, Kamis (20/9/2018).

Menurut dia, tuntutan para guru honorer ini belum mendapatkan respon positif, baik pemerintah daerah, pemprov Jabar maupun pemerintah pusat. Adapun salah satu tuntutan yang mendasar tersebut, salah satunya penolakan mengenai ketentuan syarat batas usia 35 tahun untuk ikut seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2018.

“Kami menolak ketentuan batasan usia itu karena tidak manusiawi dan diskriminatif. Selain itu pra guru honorer juga menolak penerimaan CPNS untuk kategori umum,” tegas Nanan.

Ia mengaku, jika pemerintah memaksakan hal tersebut, tentunya kondisi itu akan menambah derita para guru honorer. Dimana, para guru honorer ini sudah ada yang mengabdi lama.

“ Jika tetap dilakukan akan menambah sakit hati guru honorer. Kami berharap pembukaan CPNS ini dilakukan setelah masalah guru honorer selesai,” tambahnya.

Sementara itu,Upaya mogok mengajar juga disuarakan Presidium Peduli Honorer Indonesia Kota Sukabumi.

Dalam pernyataannya disebutkan menolak Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 tentang penerimaan CPNS yang tidak berpihak pada para guru honorer yang lama mengabdi.

Ketua Presidium Peduli Honorer Indonesia Kota Sukabumi Syarif Hidayatullah mengatakan, para guru honorer meminta penundaan penerimaan CPNS 2018 kategori umum dan khusus. Selain itu meminta revisi undangundang ASN agar lebih manusiawi terhadap guru honorer.

“Terbitkan SK Walikota untuk seluruh guru honorer di Kota Sukabumi,” kata Syarif.

(radar sukabumi)


loading...

Feeds

Pileg 2019

Jangan Asal Pilih Dewan di 2019

Masyarakat diminta cerdas memilih wakil rakyat di 2019. Sebagai corong aspirasi, DPRD Kabupaten Bekasi harus diisi para anggota dewan yang …