Entin, Korban Perdagangan Manusia Asal Sukabumi Alami Trauma

Entin Sutini warga Kampung Kadupugur, RT 4/3, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu korban sindikat yang bekerja dengan cara tersebut.

Entin Sutini warga Kampung Kadupugur, RT 4/3, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu korban sindikat yang bekerja dengan cara tersebut.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Entin Sutini (16) warga Kampung Kadupugur, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, merasa gembira.

Bagaimana tidak, sempat menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking), kini ia sudah kembali berkumpul bersama keluarganya.

Namun dibalik kegembiraannya, Entin masih merasa trauma lantaran menjadi korban perdagangan manusia hingga berada di Negara Malaysia,

Kedatangan Entin ke kampung halamannya ini, disambut isak tangis dari keluarga dan tetangganya. Bahkan, Enok (44) yang merupakan ibunda Entin, sempat pingsan saat bertemu buah hatinya di Mabes Polri pada Kamis (13/9/2018) siang.

“Saya pingsan saat bertemu (Entin). Karena tidak percaya bisa bertemu kembali. Waktu itu, saya bersama suami langsung memeluk Entin didampingi oleh pihak kepolisian,” ulas Enok saat disambangi Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar) di rumah kediamannya, Jumat (14/9/2018).

Lebih lanjut Enok menjelaskan, sebelum dirinya bertemu dengan anaknya tersebut, ia bersama suaminya Oden Permana (43) telah dijemput di rumahnya oleh sejumlah anggota polisi dari Mabes Polri pada Rabu (12/9) sekitar pukul 24.00 WIB.

“Setelah itu, saya kembali diantar oleh dua anggota polisi dari Mabes Polri untuk pulang ke rumah bersama Entin pada Jum’at (14/9) sekira pukul 01.00 WIB,” paparnya.

Untuk itu, ia mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah berperan aktif dalam membantu kepulangan anaknya. Sehingga saat ini, Entin bisa kembali berkumpul bersama keluarganya.

“Alhamdulillah, semua proses penjemputan Entin sampai keluarga saya kembali dianterin ke rumah telah ditanggung oleh Mabes Polri. Bahkan, anak saya diberi uang anggota dari Mabes,” lirih Enok.

Masih di tempat yang sama, Siti Hada Yuningsih (20) tetangga keluarga Entin mengaku terharu dan tak percaya mengenai nasib yang menimpa Entin. Pasalnya, menurut Siti, Entin merupakan anak baik dan berbakti kepada keluarganya. Bahkan, saat ia sekolah, Entin merupakan salah satu siswa berprestasi.

Namun, karena sering bermain media sosial di akun Facebook, ia telah terbujuk dan dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Sehingga menjadi korban perdagangan manusia antar negara.

“Entin ini semasa sekolah merupakan adik kelas saya. Ia sering dapat ranking di kelas. Sekarang Entin merasa kapok bermain Facebook, takut jadi korban lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Wangunreja, Ali Nurdin mengatakan, pihaknya merasa bahagia melihat Entin yang sudah kembali pulang ke kampung halamannya. Untuk itu, ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu Entin sehingga bisa kembali pulang ke pangkuan keluarganya.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh media yang sudah membantu menyebarluaskan informasi mengenai kasus Entin. Selain itu, tidak lupa juga kepada pihak kepolisian yang sudah cepat tanggap menangani kasus ini,” singkatnya.

(radar sukabumi/cr13)


loading...

Feeds

DM Instagram

2 Pendiri Instagram Undurkan Diri

CO-Founder Facebook Inc Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya di perusahaan besar tersebut. Pada Senin, …