Wuih, Pasar Digital Bakal Ada di Kota Sukabumi, Begini Gambarannya

BAKAL MUNCUL: Pasar Digital di Kota Sukabumi./Foto: Rmol

BAKAL MUNCUL: Pasar Digital di Kota Sukabumi./Foto: Rmol

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Pasar digital akan muncul di Kota Sukabumi dalam beberapa waktu ke depan. Di mana, pasar yang proses promosinya secara digital tersebut akan berada di Cikundul, Kota Sulabumi.

Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan mengatakan, pasar digital rencananya akan hadir di Kota Sukabumi pada September mendatang. Pasar tersebut akan mengangkat konten-konten lokal yang ada di daerah maaing-masing.

“Pasar digital ini semua promosi dan sistem transaksinya melalui digital. Produk yang dijualnya ialah hal unik yang tidak ada di daerah lain. Misalnya di Sukabumi ada kuliner khas, bisa dijual. Sehngga bisa menarik orang lain untuk datang,” ucapnya.

Baca: Usaha Mikro Kecil Menengah Berbasis Digital Masih Lemah

 

Sebab, hal paling penting dalam pasar digital itu ialah sensasinya. Sehingga harus konten yang tidak ada di daerah. “Untuk menarik orang lain harus yang tidak ada di tempat lain,” ungkapnya

Di bawah bidangnya sendiri, terdapat 100 titik pasar digital yang tersebar di beberapa daerah di Jawa. Bahkan beberapa waktu lalu sudah ada Pasar Digital Jaringao. “Kemarin sudah dilakukan di Bandung. Pokonya ada 100 titik lebih,” terangnya

Menurutnya, pasar digital tidak hanya kuliner saja. Namun berbagai hal yang berkaitan aktivitas masyarakat. “Bisa saja terkait cara merawat domba ataupun menanam padi. Sebab, tidak semua tahu hal tersebut. Pokoknya, pasar digital ini lebih mengangkat konten lokal. Terutama menyentuh cara biasa menjadi yang tak biasa dan berdampak luar biasa,” jelasnya.

Baca: Salurkan Bantuan Kemitraan Rp 1.185.000.000, Telkom Digitalisasi UMKM Sukabumi

 

Apalagi, pasar digital ini melibatkan seluruh komponen masyarakat. Termasuk menumbuhkembangkan potensi daerah untuk peningkatan ekonomi rakyat. “Lewat pariwisata dan pasar digital akan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Ia kembali menambahkan, pola pikir lembaga pemerintahan di daerah masih belum sama. Sehingga anggaran promosi di daerah sangat kecil.
“Bagi lembaga pemerintahan di dserah, promosi dianggap pemborosan dan mubazir. Mereka masih berpikiran terpnting kegiatan terlaksana,” ujarnya, Minggu (19/8).

Baca: Keren… Pasar Sehat Majalaya Kabupaten Bandung Akan Terapkan Sistem IT

 

Menurutnya, hal itu merupakan sesuatu yang salah di era saat ini. Sebab promosi harus besar, sehingga event yamg terlaksana akan semakin besar. “Promosi adalah investasi masa depan,” ucapnya

Melalui promosi, orang akan penasaran dengan suatu acara. Oleh karena itu, dirinya akan terus mendorong dinas pariwisata di daerah untuk benar benar memiliki misi dalam peningkatan pariwisatanya di daerahnya. “Kalau betul punya misi terhadap pariwisata,anggarannya diperbesar untuk biaya promosinya,” ungkapnya.

Sehingga jangan hanya sekadar komitmen, namun anggaran untuk promosi pariwisata tetap minin. Hal itu ditambah dengan dukungan semua pihak mulai dari pemerintah, akadeimis, pebisnis, komunitas dan media. “Dari semua itu, media paling penting sebagai penyebar informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

(bon/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds

DM Instagram

2 Pendiri Instagram Undurkan Diri

CO-Founder Facebook Inc Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya di perusahaan besar tersebut. Pada Senin, …