DLH Kota Sukabumi Gelar Uji Emisi Kendaraan, Ini Hasilnya

Uji emisi DLH Kota Sukabumi

Uji emisi DLH Kota Sukabumi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sebanyak 34 mobil yang melintas Jalan A.Yani Kelurahan Gunungparang Kecamatan Cikole tidak lolos uji emisi yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Selasa (31/7/2018).

Uji emisi gratis itu dilakukan, sebagai sampel untuk mengukur kualitas dan tingkat pencemaran udara di Kota Sukabumi.

Kepala Bidang Pengendalian, Pengawasan dan Pencemaran Lingkungan DLH Kota Sukabumi, Yuyuh Subhanudin mengungkapkan, uji emisi ini dilakukan sebagai tolak ukur untuk mengetahui seberapa banyak jumlah kendaraan yang lolos maupun tidak lolos.

“Uji emisi gratis ini dilakukan atas kerjasama berbahagia pihak, mulai dari Dinas Perhubungan, Kepolisian hingga pelaku usaha. Nantinya, kami bakal jadikan ini sampling untuk mengecek kualitas dan pencemaran udara di Kota Sukabumi,” jelasnya, Selasa (31/7/2018).

Hasil uji emisi yang dilakukan pada hari pertama ini, 460 kendaraan roda empat melakukan tes, dan 34 diantaranya tidak lolos karena tidak memenuhi batas standar yang ditentukan. Selanjutnya, mobil yang tidak lolos ini diberikan himbauan agar memperbaiki kendaraannya.

“Kami berikan himbauan saja agar segera ke bengkel, karena kalau dibiarkan bakal mencemari udara. Targetnya uji emisi yang dilakukan tiga hari ini yakni 1.500 mobil,” sebutnya.

DLH berharap, untuk menjaga kualitas udara di Kota Sukabumi dapat terbentuknya Peraturan Daerah yang mengatur tentang emisi kendaraan. Dengan begitu, para pemilik kendaraan dapat memperhatikannya.

“Kami harap ada regulasi yang mengatur tentang emisi kendaraan ini, misalnya yang dikaitkan dengan persyaratan kepemilikan kendaraan dan sebagainya sehingga para pemilik kendaraan taat,” pintanya.

Adapun kualitas udara Kota Sukabumi, sebut Yuyuh, masih tergolong cukup baik. Artinya, memenuhi standar baku mutu kualitas udara. Namun demikian, hal itu tetap harus diperhatikan salahsatunya dengan uji emisi.

“Kualitas udara cukup baik, tapi tetap kami harus terus perhatian terutama emisi kendaraan karena setiap tahunnya jumlah kendaraan semakin banyak,” pungkasnya.
Sementara itu, Budi Setiawan (38), pemilik kendaraan yang melakukan uji emisi ini mengaku jika kendaraanya lolos. Karena memang, nyaris setiap bulan kendaraannya diservis.

“Alhamdulillah, mobil saya dalam kondisi yang baik. Tentunya, uji emisi amat diperlukan untuk menjaga kualitas udara di Kota Sukabumi,” singkatnya.

(radar sukaumi/Cr15/t)

Loading...

loading...

Feeds