19 Warga Cibodas Sukabumi Keracunan Masakan Hajatan

keracunan (Ilustrasi)./Foto: Istimewa

keracunan (Ilustrasi)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kasus keracunan massal akibat menyantap hidangan masakan hajatan kembali terjadi.

Kali ini, sedikitnya 19 warga Kampung Cibodas, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak terpaksa masuk IGD BLUD RS Sekarwangi Cibadak.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), pasien yang diduga keracunan masakan hajatan ini tiba-tiba datang dengan gejala yang sama seperti mual-mual, mencret dan pusing.

Padahal, mereka menyatap hidangan hajatannya pada pada Minggu (8/7/2018) lalu. Ai (32), Warga Kampung Cibodas, RT 5/10, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak mengaku, merasakan gejala mual yang disertai pusing setelah menghadiri undangan pernikahan tetangganya.

“Awalnya pusing-pusing dan mual, terus sering buang air besar. Gejala ini dirasakan setelah pulang kondangan hajat pernikahan tetangga sebelah. Karena tidak mereda, akhirnya dibawa ke rumah sakit,” akunya, Selasa (10/7/2018).
Gejala yang sama juga dialami, Firmansyah (23). Ia mengaku setelah menyantap hidangan hajatan itu, merasakan gejala serupa dan sempat berobat ke Puskesmas Nagrak. Karena tidak kunjung membaik, akhirnya dibawa ke rumah sakit.
“Awal mula terasa pada Minggu (8/7) sekitar pukul 17:00 WIB, tapi hingga kini mual-mual dan payeng yang disertai buang air besar ini tidak kunjung membaik hingga akhirnya ke rumah sakit,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Cisarua, Kosasih mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran kepada sejumlah warga di Kampung Cisarua karena dikhawatirkan masih terdapat warga yang mengalami gejala serupa.

“Kemungkinan kuat masih bisa bertambah. Saat ini kami masih melakukan penyisiran. Rata-rata gejala yang dirasakan sama,” terangnya.

Sementara itu, tim medis IGD BLUD RS Sekarwangi Cibadak, Raden Givan menyebutkan, dari seluruh pasien yang datang, gejalanya sama seperti mual-mual, pusing dan buang air besar dikeluhkan oleh seluruh pasien.

“Seluruh pasien yang datang mengalami gejala yang sama, dan ada beberapa yang mengalami kekurangan cairan. Sat ini, kami fokuskan untuk rehidrasi dan penanganan lainnya,” singkatnya.

(radar sukabumi/cr15)

loading...

Feeds