Dinkes Kota Sukabumi Mulai Waspadai DBD

Ilustrasi DBD.

Ilustrasi DBD.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, memawaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD) pada perubahan cuaca yang kini tidak menentu. Sebab, pada cuaca tidak menentu seperti saat ini penyakit tersebut bisa mengancam siapa saja.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Rita Nenny mengatakan, seiring perubahan cuaca masyarakat perlu mengantisipasi serta mewapadainya. Lantara, kondisi cuaca saat ini memang sulit di prediksi sehingga pentingnya menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kami meminta masyarakat untuk waspada akan bahaya gejala penyakit DBD, kerap muncul disaat musim penghujan. Ini menyebabkan nyamuk akan mudah bersarang karena banyaknya genangan air,” kata Rita, Senin (2/7/2018).

Lebih lanjut Rita mengatakan, seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat menjaga lingkungan agar selalu bersih. Salah satunya, dengan memperhatikan tempat khusus yang dianggap rawan menjadi sarang nyamuk. “Nyamuk itu hidup di air bersih, jadi kita harus tetap waspada. Biasanya musim penghujan gejala penyakit DBD akan muncul,” tuturnya.

Dijelaskan Rita, peran masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) serta PHBS merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan situasi lingkungan yang sehat. Saat ini antisipasi penyakit DBD menjadi topil menting yang disampaikan kepada setiap Puskesmas untuk mensosialisasikan kepada masyarakat memgajak masyarakat Germas dan PHBS.

“Kami sampaikan kepada teman-teman Puakesmas untuk mulai mengajak memperhatikan lingkungan untuk hidup sehat, Mengantisipasi kejadian DBD dilingkungannya, menjaga daya tahan tubuh dan Gizi Seimbang itu menjadi prioritasi diri sendiri,” ujarnya.

Ditambahkan Rita, pola penyakit yang ada saat ini untuk di Kota Sukabumi tidak ada kejadian yang luar biasa, bahkan sepanjang Ramadhan maupun paska lebaran tidak ditemukan pola penyakit yang meningkat. Hal ini, didasari persiapan promosi kesehatan mengajak masyarakat untuk Germas, PHBS.

” Artinya tidak ada hal-hal yang luar biasa. Pola penyakit seperti hari hari biasa, cuman pengunjung yang datang di Kota Sukabumi yang naik. Kalo pola penyakit yang menonjol ga ada,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr16/d)

Loading...

loading...

Feeds