Gaji Karyawan CV BAS Sukabumi Baru 10 Persen

MEMANAS: Ratusan buruh CV BAS terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat melakukan demonstrasi menuntut pembayaran upah pada Senin (28/5) lalu.

MEMANAS: Ratusan buruh CV BAS terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat melakukan demonstrasi menuntut pembayaran upah pada Senin (28/5) lalu.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Menjelang Idul Fitri, ratusan buruh CV Berkah Alam Saribumi (BAS) di Kampung Bungurpandak, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, kembali gigit jari.

Pasalnya, upah yang dibayar perusahaan tidak sesuai dengan prosedur ketenagakerjaan.

Seorang buruh CV BAS, Sulistiyono (34), warga Kampung Cikembar, RT 3/3, Desa/Kecamatan Cikembar mengatakan, supaya perusahaan bisa membayar gaji seluruh karyawan, pihak perusahaan telah menjual aset berupa mesin jahit sebanyak 350 unit.

“Hasil dari penjualan aset ini, ternyata tidak mencukupi. Karena uangnya hanya mencapai Rp210 juta. Semantara, upah yang harus dibayarkan kepada kryawan itu sebesar Rp1,2 miliar,” jelas Sulistiyono kepada Radar Sukabumi, saat berada di Makopolsek Cikembar, Selasa (12/6/2018).

Hasil dari penjualan aset tersebut, ujar Sulistiyono, diberikan kepada buruh sebanyak 678 karyawan.

“Kasihan juga, setiap karyawan hanya mendapatkan Rp300 ribu. Seharusnya, CV BAS dapat membayar upah buruh selama bekerja satu bulan itu, sekitar Rp2,5 juta sesuai dengan surat kerjasama kontrak,” imbuhnya.

Dari 350 mesin jahit ini, papar Sulistiyono, tim perwakilan dari buruh, menjual mesin jahit per unitnya tidak lebihi dari Rp1 juta.

“Saya berharap pihak perusahaan dapat memenuhi semua hak buruh. Saat ini CV BAS baru membayar upah karyawan sebesar 10 persen,” timpalnya.

Sementara itu, Kapolsek Cikembar AKP I Djubaedi mengatakan, saat ini pihak kepolisian telah mempertemukan seorang pembeli baru dengan tim penjual aset perusahaan yang merupakan perwakilan dari ratusan buruh CV BAS.

“Alhamdulillah para buruh bisa menerimanya, meskipun uang hasil dari penjualan aset perusahaan tidak mencukupi sesuai dengan gaji yang sebenarnya,” jelasnya.

“Rencananya, besok mesin itu akan dibawa oleh pembeli. Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, kami akan terus mengawal perusahaan ini hingga tuntas,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13/d)


loading...

Feeds

Libur Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan di Bekasi

Pemkot Bekasi Tutup 88 TPS Liar

Sejak 2014, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah menutup 88 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dari 120 yang tersebar secara …