Pemuda Bojong Kembar Sukabumi Tewas Dikeroyok Teman, Begini Kronologinya

Ilustrasi

Ilustrasi

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Nasib nahas menimpa Muhammad Yusuf (18) warga Kampung Margasari, RT 2/8, Desa Bojong Kembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Ia tewas bersimbah darah setelah dikeroyok oleh puluhan temannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), remaja tersebut meninggal dunia lantaran mengalami luka tusuk dibagian pinggang saat ia tengah melintas di Jalan Raya Panggelesaran-Ciembeu, tepatnya di Kampung Babakan, RT 5/4, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, pada Senin (12/6/2018) sekira pukul 24.00 WIB.

Belum diketahui pasti penyebab perkalahian korban bersama temannya itu. Namun, dugaan sementara, sebelum dikeroyok dan ditusuk, Muhammad Yusuf telah berselisih paham dengan pelaku berinisal IK.

“Saat cekcok, korban langsung ditusuk menggunakan senjata tajam oleh temannya itu hingga terkapar tidak sadarkan diri,” jelas Kapolsek Cikembar, AKP I Djubaedi saat di sambangi Radar Sukabumi di Makpolsek Cikembar, Selasa (13/6/2018).

Saat korban terkapar dan bersimbah darah, sejumlah temannya dan warga yang berada di lokasi kejadian langsung membawa korban ke klinik GMC 24 Jam Cibodas, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar.

“Namun, sayang, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Karena, korban mengalami pendarahan hebat. Korban sudah di kebumikan oleh keluarganya sekira pukul 08.00 WIB, “ paparnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian remaja tersebut. Sehingga, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara jelas, terkait motif dibalik peristiwa tersebut. Terlebih lagi, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hasil visum dari dokter forensik.

“Sampai saat ini, visumnya belum keluar. Hanya saja berdasarkan laporan, korban ini meninggal karena pendarahan akibat luka tusukan dibagian perut sebelah kiri,” imbuhnya.
Hasil dari pemeriksaan tersebut, ujar I Djubaedi, polisi telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang merupakan rekan korban.

“Kami belum bisa memberikan keterangan secara jelas terkait kematian korban. Sebab, kami masih melakukan pemeriksaan kepada belasan saksi berikut dengan teman korban juga diperiksa. Hasil dari pemeriksaan sementara, besar kemungkinan pelaku penganiayaan ini dapat bertambah,” imbuhnya.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga korban agar tidak melakukan aksi anarkis. Sebab, perkaranya tengah ditangani oleh pihak kepolisian.

“Saya tegaskan jangan berupaya untuk balas dendam ataupun aksi lainnya. Bahkan, apabila hal itu terjadi, sangat merugikan diri sendiri dan situasi akan lebih runyam. Untuk itu, saya berharap agar masyarakat dapat mempercayakan perkara ini semuanya kepada kepolisian,” pinta Djubaedi.

Sementara itu, Humas Polres Sukabumi, AKP Sunarto mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, korban telah di keroyok yang diduga dilakukan oleh temannya berinisial IK dengan jumlah massa sekitar 20 orang.

“Kejadian ini berawal ketika teman korban bernama Ramlan Mustopa telah berselisih paham dengan pelaku berinisal IK. Setelah itu, Ramlan menghubungi temanya yakni Muhammad Yusup, Dede Rohendi, Gilang, Agung, Ikbal, Dias, Robi untuk menyerang pelaku IK,” jelasnya.

Setelah dihubungi, sejumlah teman korban langsung berangkat ke tempat nongkrong IK sekira pukul 23.00 WIB.

“Ketika korban bersama temannya bertemu dengan IK, mereka langsung di serang dan korban ditusuk oleh IK di bagian pinggang sebelah kiri hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

Saat kejadian, petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, kaos warna putih corak hitam berlumur darah, celana pendek bermotif, senjata tajam berupa dua buah parang, satu buah golok dan satu unit sepeda motor Honda Beat putih bernomor polisi F 4632 BO.

“Saat ini unit Reskrim Sektor Cikembar bersama Buser Polres Sukabumi sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiyaan yang telah menewaskan seorang remaja ini,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang warga Kampung Warung Nangka, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Misbah (32) mengatkan, saat kejadian ia tengah asyik nongkrong bersama temannya. Namun sekira pukul 23.30 WIB, ia melihat segerombolan bermotor tengah berkerumun di lokasi kejadian.

“Saya kaget, saat melihat mereka ricuh dan banyak mengeluarkan kata-kata kasar. Saat saya hampiri bersama warga lainnya, ternyata ada korban terkapar dengan kondisi luka penuh darah,” jelas Misbah.

Saat ia menghampiri, sekumpulan kawanan yang ricuh tersebut, langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor dengan knalpot bising.

“Waktu itu, hanya ada sekitar lima orang temen korban di lokasi kejadian. Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, maka warga langsung membawa korban ke klinik GMC 24 Jam Cibodas,” ujarnya.

Selang berapa menit setelah kejadian tersebut, sejumlah anggota Polsek Cikembar langsung datang ke lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.

“Saya tidak tahu nasib korban, kedepannya seperti apa. Namun, kalau dilihat dari kondisi pisiknya waktu itu, tubuh dan baju korban penuh dengan darah,” timpalnya.

(radar sukabumi/cr13/d).


loading...

Feeds

Libur Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan di Bekasi

Pemkot Bekasi Tutup 88 TPS Liar

Sejak 2014, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah menutup 88 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dari 120 yang tersebar secara …