Musim Mudik, Sopir Bus di Sukabumi Diperiksa, Mayoritas Derita Penyakit Ini

DIPERIKSA: Salah seorang sopir bus sedang melakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi di terminal tipe A,

DIPERIKSA: Salah seorang sopir bus sedang melakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi di terminal tipe A,

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Menjelang mudik lebaran, puluhan sopir bus di terminal type A Kota Sukabumi dan terminal Lembursitu menjalani tes kesehatan dan tes urine, Senin (11/6/2018).

Pemeriksaan yang bekerjasama dengan Polres Sukabumi Kota ini meliputi berbagai pengecekan, seperti pengecekan kondisi kadar gula darah, tensi darah,penyakit yang tidak menular seperti tensi, gula kolestrol obat-obatan terlarang.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Lulis Delawati mengatakan pemeriksaan kesehatan ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat penyakit yang diderita sopir.

“Kita targetkan 200 orang sopir dapat diperiksa kesehatannya. “ujarnya kepada Radar sukabumi (Grup Pojokjabar) disela-sela pemeriksaan kesehatan dan tes urin di terminal Type A Kota Sukabumi.

Adapun hasil dari pemeriksaan, sebagian besar pengemudi tersebut terindikasi mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Selain itu, petugas juga mendapati para sopir yang mengalami kelelahan. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, para sopir mengikuti beberapa tahapan, mulai dari sesi wawancara, pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan tekanan darah.

” Kami tanya tadi ada sopir yang sehari sampai tiga kali Pulang Pergi. Untuk menjaga itu kita mengupayakan supaya kesehatan mereka terjaga. Karena dalam hal ini, khususnya mudik mereka harus membawa banyak nyawa yaitu penumpang dan kita siapkan juga obat-obatan sintomatik untuk para sopir,”katanya

Sementara itu, KBO Narkoba Polresta Sukabumi, IPTU Asep Jaenal menambahkan, dari gelaran operasi ketupat hingga saat ini, pihaknya belum menemukan sopir yang terindikasi menggunakan narkoba. Adapun tes urine ini dilakukan untuk mengetahui apakah sopir bus serta kondekturnya menggunakan narkoba atau tidak. Sehingga perjalanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman.

Apalagi sopir sebagai pengendali kendaraan harus dalam keadaan baik dan bugar. “Hingga saat ini belum ada ditemukan supir yang positif menggunakan narkoba dan dengan tes urin ini,” ungkapnya.

Salah seorang sopir bus, Cepi (41) mengatakan, jika pemeriksaan seperti ini sangat baik untuk para sopir bus meski dilakukan setahun-sekali.

“Karena kita kan jarang untuk cek kesehatan seperti diabetes, asam urat dan lain. Sehingga kita bisa mengetahui seperti apa kondisi kita dan tes urin juga bisa membuat para sopir bus tidak ada yang berani menggunakan narkoba,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr17)


loading...

Feeds

Libur Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan di Bekasi

Pemkot Bekasi Tutup 88 TPS Liar

Sejak 2014, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah menutup 88 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dari 120 yang tersebar secara …