Tol Bocimi Dibuka Malah Macet, Satlantas Polres Sukabumi Terjunkan 90 Personel

Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi mulai dilalui kendaraan usai dibuka untuk jalur mudik tahun ini.

Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi mulai dilalui kendaraan usai dibuka untuk jalur mudik tahun ini.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Hari pertama fungsional Tol Bogor-Ciawi- Sukabumi (Bocimi) macet. Antrean ratusan kendaraan itu terjadi diduga dipicu oleh tingginya antusias pengendara untuk melintas lajur bebas hambatan sepanjang 15,35 kilo meter tersebut.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), ratusan kendaraan pribadi dan kecil itu mengular sepanjang satu kilo meter dari mulai exit Tol Cigombong dari sore hari sampai pukul 18:00 WIB, kemarin (8/6).

Selain itu, kepadatan kendaraan pada tol dambaan masyarakat Bogor-Ciawi-Sukabumi juga diakibatkan oleh jam pulang karyawan di wilayah Cicurug.

Supendi (37), salah seorang pengendara mengaku terjebak kemacetan diruas tol yang baru difungsikan ini. Bahkan, sebelumnya dirinya tidak menduga jalur opsi terbaik untuk memangkas waktu tempuh Ciawi-Cigombong ini macet.

“Dihari pertama pembukaan ini memang luapan kendaraan yang masuk dari Cigombong cukup luar biasa karena dianggap dapat memangkas waktu jarakk tempuh ke Sukabumi. Tapi memang karena saking banyaknya sehingga kemacetan tidak bisa terelakan,” akunya kepada Radar Sukabumi, Jumat (8/6/2018).

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Bayu Galih Raditya menuturkan, 90 anggota satuan lalu lintas disiagakan untuk membantu mengurai kemacetan pada pintu tol Bocimi yang berlokasi di Jalan Hawai, Benda Kecamatan Cicurug hingga perbatasan Kota Sukabumi.

“Dampak pemberlakuan Tol Bocimi sesi satu ini memang bakal terjadi kepadatan pada pintu tol di Jalan Hawai, Benda, Kecamatan Cicurug. Sebagai antisipasi, kami berlakukan buka tutup dan hanya kendaraan pribadi yang diperbolehkan mengakses tol. Sedangkan kendaraan besar seperti bus, masih menggunakan lajur yang lama,” terangnya.

Selain itu, lanjut Galih, pihaknya bakal melakukan kanalisasi di titik-titik rawan kemacetan dan menyiapkan jalur alternatif sehingga dapat membantu mengurai kemacetan sepanjang jalur utara Kabupaten Sukabumi.

“Kami akan melakukan kanalilasi di sekitar pasar yang biasanya terjadi kemacetan, selain itu jalur alternatif Tenjoayu juga disiapkan karena dianggap bisa menajdi pengurai kemacetan,” tutup Bayu.

Terpisah, Proyek Manager PT Waskita Karya, Arif Lukmansyah mengungkapkan, fungsional Tol Bocimi ini hanya digunakan satu jalur saja. Selain itu, untuk mempersiapkan kekurangan fasilitas penunjang pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Karena ini statusnya hanya fungsional saja, jadi hanya kendaraan pribadi dan kecil yang diperbolehkan. Untuk rambu-rambu, lampu penerangan jalan dan fasilitas lainnya kami sedang koirdinasikan denga Dinas Perhubungan, Polisi dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Dalam perjalana tol sepanjang 15,35 kilo meter ini, tersedia beberapa rest area sementara dan mobil derek sebagai antisipasi kendaraan pemudik yang mengalami masalah dalam perjalanan.

“Berbagai fasilitas sementara penunjang arus mudik dan balik ini telah disiapkan, seperti tempat istirahat, mobil pengangkut dan lainnya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pintu keluar, lanjut Arif, dibuka dua exit tol. Yakni, di Cigombong dan Caringin. Namun, untuk exit tol Caringin hanya dibuka jika di Cigombong terjadi kepadatan.

“ H-7 dibuka jalur dari Ciawi menuju Sukabumi dan H+7 arah sebaliknya untuk arus balik. Nah, jika terjadi kepadatan di exit tol Cigombong, exit tol Caringin bakal kami buka,” singkatnya.

(radar sukabumi/cr15/t)


loading...

Feeds

Libur Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan di Bekasi

Pemkot Bekasi Tutup 88 TPS Liar

Sejak 2014, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah menutup 88 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dari 120 yang tersebar secara …