Bandara Sukabumi Terancam Batal, Ini Alasannya

Foto Ilustrasi Bandara

Foto Ilustrasi Bandara

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengumumkan lokasi pembangunan Bandar Udara (Bandara) di wilayah Kabupaten Sukabumi, tepatnya di wilayah Kecamatan Cikembar hingga Cikidang.

Padahal, proyek nasional ini terancam batal dilaksanakan tahun ini karena tidak masuk pada proyek strategis nasional tahun 2018.

Seperti diketahui, selain menyampaikan lokasi pembangunan Bandara, Pemkab Sukabumi juga menyebutkan proses pembebasan lahan untuk proyek ini akan rampung pada tahun 2018. Sementara baik pemerintah pusat maupun provinsi, belum mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahannya.

“Menurut kami, terlalu dini Pemkab Sukabumi menyampaikan perkembangan proyek Bandara ini. Kalau dilihat dari regulasi daerah, Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Cikembar pun belum dirubah. Jadi mau bagaimana dimulai, sementara regulasinya juga belum dimatangkan,” ujar Ketua Divisi Informasi dan Publikasi Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi Anggaran Sukabumi (Latas), Bakti Danurhadi kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Rabu (23/5/2018).

Akibat dari informasi soal wilayah Bandara ini, Bakti menilai akan sangat berpotensi munculnya broker atau biong tanah yang memainkan harga tanah. Bahkan, pasca disebutkannya wilayah yang akan dijadikan Bandara, kondisi di lapangan mulai hangat, lantaran banyak yang berburu kepemilikan tanah. Kondisi ini tentunya rawan terjadinya konflik horizontal.

“Pak Presiden saja selaku pimpinan tertinggi negara waktu ditanya soal lokasi Bandara tidak mau menyebutkan kok karena khawatir terjadi konfl ik di lapangan. Lah ini malah dijelaskan bahkan dipastikan pula. Kami berharap, pemerintah daerah matangkan dulu regulasi daerahnya, setelah pasti baru sampaikan. Jangan seperti sekarang ini,” timpalnya.

 

(radar sukabumi/ren)


loading...

Feeds