Kisruh KONI Kota Sukabumi Kembali Bergejolak, Tujuh Cabor Dicoret

DICORET: Cabor futsal dikabarkan tidak diikutsertakan dalam kontingen Kota Sukabumi diajang Porda 2018 di Kabupaten Bogor, Oktober mendatang.

DICORET: Cabor futsal dikabarkan tidak diikutsertakan dalam kontingen Kota Sukabumi diajang Porda 2018 di Kabupaten Bogor, Oktober mendatang.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kisruh ditubuh Kominte Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi nampaknya belum berakhir.

Setelah sebelumnya terjadi konfl ik dalam Rapat Anggaran Tahunan (RAT) 2018, kali ini permasalah lain kembali terjadi. Dikabarkan, sebanyak tujuh Cabor yang diprediksi bakal meraih medali pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 tidak akan diikut sertakan, dengan alasan keterbatasan anggaran.

Padahal ke tujuh Cabor ini sudah lolos Babak Kualifi kasi Porda, bahkan salah satu Cabor berhasil meraih medali pada babak eksibisi PON XIX di Jawa Barat tahun 2016 lalu. Adapun ketujuh Cabor itu diantaranya Tinju, Futsal, Muaythai, Tarung Derajat, Pentaque dan Hockey.

Salah seorang Pelatih Cabor futsal, Asep M Sopyian mengaku kecewa dengan beredarnya informasi tersebut, sebab tidak informasi sebelumnya. Meski saat ini informasi yang beredar itu masih dikalangan para Cabor yang sama tidak diikut sertakan pada Porda 2018.

“Kalau benar tidak diikutkan kami sangat kecewa dengan apa yang diputuskan KONI, sebab secara sepihak tanpa ada pemberitahuan. Kami sudah mempersiapkan atlet jauh-jauh hari, bahkan reka bolos sekolah demi keikutsertaan menjelangPorda ini,” keluh Asep kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Kamis (17/5/2018).

Pada Babak Kualifikasi lalu, Cabor Futsal meraih juara dua. Tentunya, hasil tersebut bakal menjadi tolak ukur dalam raihan medali di ajang empat tahunan nanti.

“Sampai saat ini kami belum tahu alasan kenapa KONI membatalkan kami. Saat mencoba berkordinasi, Pihak KONI sulit untuk ditemui,” akunya.

Sementara itu nada yang sama diungkapkan pengurus Cabor Muaythai, Ganjar Ramdhani Saputra. Diterangkan Ganjar, kabar Cabornya tidak diikut sertakan setelah membaca SK KONI yang diserahkan ke Disbudpora Kota Sukabumi. Dalam SK tersebut, hanya 19 Cabor yang diikut sertakan, padahal ada ada 26 Cabor yang lolos dalam Babak Kualifi kasi.

“ Tahun 2015 pada kejuraan Daerah kita mendapat 3 emas. Di kejuaraan Daerah tahun 2016 kita dapat 3 emas. Sehingga terpanggil mewakili Jawa Barat di PON 2016 meskipun masih eksobisi,” ungkapnya.

Ganjar menambahkan, pada tahun 2017 lalu, Cabor Muaythai Kota Sukabumi memberangkatkan tujuh orang ke Liga Nasional (Liganas) dengan membawa nama Provinsi Jawa Barat. Alhasil atlet yang diberangkatkan tersebut menyumbang lima medali, sekaligus membawa Jawa Barat meraih Piala Presiden.

“Hasil Babak kualifikasi, kami memenuhi persyaratan KONI yang mewajibkan lolos 8 besar. Muaythai sendiri mendapat hasil maksimal 1 perak 1 perunggu dan 5 orang lainnya finis di peringkat 3 samapi 5,” terang Ganjar.

Ia berharapa pihak KONI dapat menfasilitasi dan mengklarifi kasi cabor yang tidak diberangkatkan. “Jika permasalahan dana dan kuota atlet yang ditambah offcial Maka kami minta transparansi anggaran pembinaan yang katanya yaitu 80 persen untuk pembinaan,” tanya dia.

Sementara itu, saat di temua Ketua KONI Kota Sukabumi , Tatang Koswara mengaku tidak tahu perihal tujuh cabor yang dibatalkan keberangkatannya oleh Pihak KONI. “Saya tidak tahu, tentang itu. Saya baru tahu sekarang,” singkatnya.

(radar sukabumi/Cr17)


loading...

Feeds

Kegiatan Alfamart Class. (ist)

Alfamart Class Hadir di Sejumlah SMK

DALAM rangka ulang tahun ke-19 Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya gelar pelatihan pemasaran di sejumlah sekolah kejuruan. Kegiatan tersebut serempak …