Dua Pelaku Pembacokan Warga Cisarua Sukabumi Diringkus, Dua Masih Buron

RILIS: Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro memperlihatkan barang bukti yang dipakai pelaku pembacokan.

RILIS: Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro memperlihatkan barang bukti yang dipakai pelaku pembacokan.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI –– Dua pelaku pembacokan Muhamad Abijar (20) warga Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, berhasil dicokok Satreskrim Polres Sukabumi Kota, Senin (30/4/2018).

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan sedikitnya 20 anggota berandalan bermotor Brigez dan menetapkan dua tersangka berinisial AG (20) yang dibekuk di Jalan Subangjaya, Kecamatan Cikole.

Sementara, RS (21) diamankan di Jalan RA Kosasih, Kecamatan Cikole. Kini, polisi masih melakukan pemburuan terhadap dua tersangka lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi tersebut.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo mengatakan, pembacokan terjadi pada Minggu, (29/4) sekitar pukul 02.00 WIB di Gang Masjid Kelurahan Kebon Jati, Kacamata Cikole, Kota Sukabumi.

“Dalam aksinya 20 anggota geng motor Brigez pada malam itu sudah merencanakan mencari musuhnya yang tak lain geng motor XTC,” kata Susatyo.

Lanjut Susatyo, ketika kawanan geng motor itu melintasi tepatnya di Jalan R.A Kosasih Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole melihat korban dengan mengenakan jaket bertulisan XTC tengah membeli rokok di salah satu warung.

Keempat tersangka, langsung turun dari motornya serta berlari mengejar korban yang kabur masuk gang H Masjid. Naas, korban pun terjatuh sehingga AG langsung membacok punggung korban sebanyak empat kali dan tersangka lain pun RS, T, dan F ikut membacok satu kali.

“F dan T masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita tiga barang bukti berupa dua bilah senjata tajam (sajam) berjenis cocor bebek dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Z ber nomor polisi F 3752 OD warna merah.

“Kami menghimbau kepada dua DPO agar segera menyerahkan diri,” imbuhnya.

Sementara, meski tidak terlibat aksi pembacokan puluhan anggota berandal motor lainnya dipastikan positif menggunakan narkoba. Hal itu setelah, polisi melakukan tes urine kepada 20 orang yang diamankan. Ditambahkan Susatyo, pengungkapan anggota berandalan bermotor yang menggunakan narkoba ini bukan hal baru. Selama 2018, Polres Sukabumi Kota sudah mengamankan sekitar 200 berandalan bermotor. Sebanyak 70 persen diantaranya, positif menggunakan narkoba.

“Kami akan berkoordinasi dengan BNNK untuk dilakukan rehabilitasi. Dalam masa rehabilitasi, kami akan menempuh prosedur tertentu. Salah satunya, melakukan asesment selama tiga bulan. Mereka menggunakan obat-obatan terlarang, misalnya tramadol,” imbuhnya.

(radar sukabumi/cr16)

Loading...

loading...

Feeds